Selain mendorong pemanfaatan layanan digital, BPJS Kesehatan juga mengimbau peserta untuk selalu menjaga keamanan data pribadi saat menggunakan Mobile JKN.
Peserta diminta untuk tidak membagikan informasi akun, termasuk NIK dan kata sandi, kepada pihak lain guna mencegah penyalahgunaan data kepesertaan.
Sebagai langkah perlindungan tambahan, sistem Mobile JKN juga menerapkan verifikasi wajah ketika terdapat perubahan data penting pada akun peserta. Fitur ini bertujuan memastikan keamanan data dan identitas pengguna tetap terjaga.
Baca Juga: Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026 dari Hp, Gak Perlu ke Puskesmas Atau Rumah Sakit
Beragam Fitur Mobile JKN Selain Antrean Online
Yessy menambahkan bahwa Mobile JKN tidak hanya menyediakan layanan pengambilan antrean secara online, tetapi juga menghadirkan berbagai fitur yang mendukung kebutuhan peserta dalam memperoleh layanan dan informasi kesehatan.
Beberapa layanan yang tersedia di aplikasi Mobile JKN antara lain:
- Pencarian fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.
- Layanan konsultasi dokter melalui telehealth.
- Informasi ketersediaan tempat tidur rumah sakit.
- Pengecekan jadwal tindakan operasi.
- Akses berbagai informasi kepesertaan JKN secara digital.
Dengan berbagai fitur tersebut, peserta dapat mengakses layanan kesehatan secara lebih praktis tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan berharap masyarakat dapat memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN secara optimal untuk mempermudah pengurusan layanan dan informasi kesehatan.
Melalui berbagai inovasi digital yang terus dikembangkan, peserta JKN kini dapat mengakses berbagai layanan kesehatan kapan saja dan di mana saja langsung melalui telepon genggam. Kehadiran fitur Antrean Online menjadi salah satu solusi yang membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, efisien, dan nyaman.
