POSKOTA.CO.ID - “Siapa pun dia, apapun statusnya, terlebih kaum elite dan pejabat publik sudah seharusnya mengedepankan kejujuran, bukan kepalsuan. Hendaknya menjadi pejabat yang berintegritas dengan selalu menjaga amanah yang diberikan, menjalankan sumpah yang telah diucapkan. Bukan mempermainkan sumpah, apalagi bersumpah palsu.” - Harmoko -
Seolah ada yang hilang (missing) kepercayaan dalam beberapa hari terakhir ini. Hilangnya integritas sementara para pemimpin menyusul riuhnya perbincangan publik mengenai keterlibatan sejumlah pejabat tinggi negeri dalam dugaan kasus korupsi.
Mereka yang semestinya tampil terdepan meneladani pemberantasan korupsi malah terjerat kasus korupsi. Meski masih dugaan, tetapi publik sudah terlanjur meyakini kasus yang ditangani Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan gugur di tengah jalan, kecuali digugurkan.
Kasus yang menjerat pejabat tinggi negara, kepala lembaga dan badan belakangan ini kian mengingatkan kepada kita, tak terkecuali para elit,pejabat publik dan pemimpin birokrasi agar tiada henti belajar pada para pendiri negeri ini bagaimana mendapat kepercayaan penuh dari rakyat.
Baca Juga: Kopi Pagi: Arah Demokrasi Kita
Kita tahu, para pemimpin bangsa itu mendapat unconditional trust dari rakyat karena memiliki integritas tinggi. Rakyat pun akhirnya memberikan kepercayaan tanpa syarat kepada para pemimpinnya.
Era berganti, kepemimpinan berganti, tetapi membangun kepercayaan publik tiada henti. Melemahnya kepercayaan akan menurunkan tingkat partisipasi publik dalam pembangunan di segala bidang.
Jangan sampai tingginya tingkat kepercayaan publik kepada pemerintahan yang sekarang ini tererosi akibat masih adanya segelintir elite yang minim integritas. Terlebih jika ditengarai integritas baru sebatas atas kertas, namun masih jauh dari realitas.Rajin diucapkan, minim perbuatan.
Belum total melakukan pengabdian terbaiknya kepada rakyat, bangsa dan negara sebagaimana sumpah dan janjinya sebelum menjalankan tugas, janji menjalankan konstitusi dan seluruh peraturan perundang- undangan.
Baca Juga: Kopi Pagi: “Empat Aksi” Merespons Situasi
Soal integritas bukan hal baru yang dibahas, bahkan acap kali diingatkan dan ditekankan dalam berbagai kesempatan oleh para pemimpin negeri ini dari pusat hingga daerah kepada jajarannya.
