Pejabat yang dinilai kurang amanah, tidak menepati sumpah dan janjinya tiada henti untuk terus dievaluasi. Terlebih yang tidak menjunjung tinggi kejujuran dalam menjalankan tugas. Jujur dalam pelaksanaan, jujur pula melaporkan hasil kerjanya. Bukan menyembunyikan kepalsuan dengan menutupi fakta sebenarnya.
Mari kita, siapa pun dia, apapun statusnya, terlebih kaum elite dan pejabat publik untuk mengedepankan kejujuran, bukan kepalsuan
Menjadi orang yang senantiasa menepati janji. Bukan sebaliknya, mengobral janji kepada banyak orang lain, tapi untuk tidak ditepati, seperti dikatakan
Pak Harmoko dalam kolom “Kopi Pagi” di media ini.
Hendaknya menjadi pejabat yang berintegritas dengan selalu menjaga amanah yang diberikan, menjalankan sumpah yang telah diucapkan. Bukan mempermainkan sumpah, apalagi bersumpah palsu.
Agama mengajarkan agar kita tidak menyepelekan janji dan sumpah yang telah diucapkan sebelum menjalankan tugas, apalagi diawali dengan kata "Demi Allah."
Pejabat yang amanah,mengedepankan kejujuran, bukan kepalsuan, akan menghapus keraguan publik, bahkan mendongkrak kepercayaan publik kepada pemerintah. Semoga.
