POSKOTA.CO.ID - Persaingan smartphone flagship saat ini semakin identik dengan angka kapasitas baterai yang besar. Sejumlah produsen Android mulai menghadirkan perangkat dengan baterai 6.000 mAh hingga 7.000 mAh berkat dukungan teknologi silikon-karbon yang lebih efisien dalam memanfaatkan ruang internal.
Namun Apple tampaknya memilih jalur berbeda.
Bocoran terbaru menyebut perusahaan asal Cupertino itu tidak akan mengikuti tren peningkatan kapasitas baterai secara agresif pada generasi iPhone berikutnya. Sebaliknya, Apple disebut lebih mengandalkan efisiensi perangkat keras dan perangkat lunak untuk menjaga daya tahan perangkat tetap kompetitif.
Informasi tersebut berasal dari pembocor teknologi Digital Chat Station yang mengungkap bahwa iPhone 18 Pro diperkirakan membawa baterai berkapasitas sekitar 4.056 mAh untuk model standar. Sementara itu, varian eSIM yang dipasarkan di wilayah tertentu disebut memiliki kapasitas hingga 4.288 mAh.
Jika laporan tersebut akurat, peningkatannya tergolong kecil dibandingkan iPhone 17 Pro yang sebelumnya dirumorkan memiliki kapasitas baterai sekitar 3.998 mAh hingga 4.252 mAh, tergantung konfigurasi perangkat.
Baca Juga: Apple Dikabarkan Hentikan Pengembangan Vision Pro 2, Fokus ke Kacamata Pintar Berbasis AI
Chip A20 Pro Jadi Senjata Utama Apple
Meski kapasitas baterai tidak mengalami lonjakan besar, Apple diyakini telah menyiapkan strategi lain untuk meningkatkan ketahanan daya.
Laporan yang sama menyebut iPhone 18 Pro akan ditenagai chipset A20 Pro terbaru yang diproduksi menggunakan proses manufaktur 2 nanometer dari TSMC. Teknologi ini dianggap sebagai salah satu lompatan terbesar dalam efisiensi chip dalam beberapa tahun terakhir.
Peralihan dari proses 3nm ke 2nm memungkinkan lebih banyak transistor ditempatkan dalam ukuran chip yang sama. Dampaknya bukan hanya pada peningkatan performa, tetapi juga konsumsi daya yang lebih hemat.
Berdasarkan estimasi awal yang beredar di industri, A20 Pro berpotensi menghadirkan peningkatan performa hingga 15 persen sekaligus efisiensi daya sekitar 30 persen dibanding generasi sebelumnya.
Jika angka tersebut tercapai, Apple berpeluang mempertahankan bahkan meningkatkan daya tahan baterai tanpa harus menambah kapasitas secara signifikan.
