Ia menjelaskan, program dengan cakupan nasional seperti MBG membutuhkan sistem kontrol yang kuat, mulai rantai pasok, pengadaan bahan baku, proses pengolahan, distribusi makanan, hingga mekanisme penanganan keluhan masyarakat.
Selain itu, pergantian pimpinan BGN dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan program, serta memperbaiki standar keamanan pangan di seluruh rantai distribusi.
"Pergantian kepemimpinan bukanlah akhir dari Program Makan Bergizi Gratis. Justru ini menjadi kesempatan untuk melakukan perbaikan dan memastikan program berjalan lebih baik ke depan," ucapnya.
Dengan kepemimpinan baru, Achmad berharap tata kelola, pengawasan, dan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis semakin meningkat sehingga tujuan besar peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dapat tercapai secara optimal.
