Obrolan Warteg: Kantor BGN Digeledah, Apa yang Terjadi?

Kamis 04 Jun 2026, 13:49 WIB
Ilustrasi obrolan warteg, Kamis, 4 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Ilustrasi obrolan warteg, Kamis, 4 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Dalam tiga hari ini, dunia maya dan alam nyata diramaikan dengan pemberitaan pencopotan jabatan Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto.

Seperti diberitakan, dari Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa malam, 2 Juni 2026, Mensesneg Prasetyo, mengumumkan pencopotan tersebut. Presiden Prabowo memutuskan posisi Dadan digantikan oleh Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN, terhitung mulai 2 Juni 2026

Isu akan adanya sesuatu di BGN telah menyeruak sejak sepekan lalu. Hanya saja belum jelas, apa yang bakal terjadi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Upaya Memperbanyak Pahala

Isu kian menarik, sehari setelah pencopotan, Tim Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor BGN yang berlokasi di Jakarta Pusat, Rabu pagi, 3 Juni 2026.

“Kalau kantor digeledah berarti ada sesuatu, apalagi yang menggeledah aparat Kejaksaan Agung,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Lazimnya penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti. Boleh jadi menyita sejumlah dokumen guna memperkuat alat bukti, setelah mengantongi data awal,” kata Yudi.

“Tidak mungkin melakukan penggeledahan kalau tidak mempunyai bukti awal. Soal sumber data awal dugaan pelanggaran itu berasal dari mana, itu soal lain. Bisa dari lintas sektoral atau lembaga lain,” jelas mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Tokoh Lintas Generasi Menyamakan Persepsi

“Kalau sudah penggeledahan, berarti sudah masuk ke proses penyidikan ya, “tanya Yudi.

“Lazimnya begitu, ada penangkapan, kemudian diikuti penggedean untuk mencari alat bukti. Tapi, bisa juga dalam kondisi mendesak, penggeledahan dilakukan untuk  menggunakan alat bukti,” jelas mas Bro.

“Yang jelas, seperti dikatakan Mensesneg Prasetyo Hadi, meminta semua pihak menunggu aparat penegak hukum bekerja dan memaparkan hasilnya. Beri kesempatan kepada aparat penegak hukum menjalankan tugasnya, nanti kita tunggu hasilnya,” urai Heri.

“Yang jelas lagi,pergantian pimpinan BGN itu merupakan bagian dari komitmen pemerintah memperbaiki tata kelola dan manajemen. isu pun berkembang pergantian pimpinan BGN ini diduga terkait dengan jual beli titik dapur. Boleh jadi, penggeledehan untuk kroscek, benar apa tidak,” kata mas Bro.

“Terlebih setelah Kejagung melakukan penggeledahan kantor BGN, isu  korupsi kian menguat. Wajar saja, karena tugas Kejagung di antaranya menangani masalah penyelewengan dan penyimpangan, termasuk soal dugaan korupsi,” kata Yudi.

“Tapi ingat, kita jangan menghakimi, tunggu saja hasil pasti dari lembaga resmi,” saran mas Bro.


Berita Terkait


News Update