POSKOTA.CO.ID – Ramadan diharapkan menjadi momentum mengintrospeksi dan memperbaiki diri. Jadikanlah Ramadan sebagai momen untuk melakukan kontemplasi, introspeksi, berbuat baik serta sebagai upaya dalam memperbanyak pahala.
Diberitakan, ajakan dan harapan itu disampaikan Mendagri, Tito Karnavian kepada seluruh pegawai Kemendagri dalam kesempatan berbuka puasa bersama, di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
“Ramadan itu dikenal sebagai bulan suci, maka gunakan untuk lebih mensucikan diri, bukan malah mengotorkan diri dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak benar,’ kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Setuju. Jangan sampai di bulan suci malah korupsi,” sela Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Tokoh Lintas Generasi Menyamakan Persepsi
“Bukan hanya menjauhkan perbuatan yang kotor –kotor, pikiran juga bersih, tidak boleh kotor, nggak boleh ngeres ke mana – mana,” tambah Heri.
“Artinya kita harus berpikir positif terhadap orang lain dengan menjauhkan prasangka buruk dalam menyikapi sesuatu yang terjadi. Terlebih terhadap berita yang menjelek – jelekkan seseorang. Cek dulu kebenarannya, logikanya. Jangan termakan hoaks,” urai mas Bro.
“Tapi berita hoaks sepintas benar adanya, masuk akal karena konten yang disajikan terlihat runtut disertai data lagi,” kata Yudi.
“Ya, itu kemasan dengan menyambungkan potongan- potongan konten seolah satu alur cerita sehingga sepintas benar adanya. Prinsipnya harus teliti dan kroscek, jika memungkinkan klarifikasi terhadap sumber terpercaya,” ujar mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Mudik dan THR
“Intinya jangan menyebarkan aib orang lain. Bukankah kita diminta memperbanyak pahala, bukan menambah dosa, terlebih di bulan Ramadan ini,” ujar Heri.
