Obrolan Warteg: Mengurai Benang Kusut Perizinan

Jumat 15 Mei 2026, 15:17 WIB
Ilustrasi obrolan warteg edisi Jumat, 15 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Ilustrasi obrolan warteg edisi Jumat, 15 Mei 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh :Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID  – Presiden Prabowo Subianto jengkel soal rumitnya sistem perizinan di Indonesia.

Diberitakan, Presiden Prabowo membandingkan durasi perizinan di negara lain hanya butuh dua pekan untuk mengurus perizinan usaha dan investasi. Di Indonesia seperti sering dikeluhkan pengusaha butuh satu hingga dua tahun.

Karenanya, Presiden minta semua pejabat di seluruh kementerian/lembaga untuk mempermudah perizinan. Cari jalan perbaiki sistem. Kurangi ketidakefisiensi, permudah perizinan, jangan persulit. Arahan ini disampaikan Presiden di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Baca Juga: Obrolan Warteg: LCC Empat Pilar yang Lagi Viral

“Perizinan sulit dan berbelit, bukan cuma sekarang, tapi sudah lama berselang.Dulu, kita kenal kebijakan deregulasi, tujuannya agar perizinan tidak lagi berbelit,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Dengan deregulasi saat itu, sistem perizinan lebih sederhana, nggak ribet lagi, Proses lebih cepat, koordinasi lebih baik dan lancar karena banyak yang dipangkas sehingga lebih ringkas, tapi tetap bernas,” kata Yudi.

“Kalau sekarang, masih berbelit dan rumit, karena kebijakan terus berubah seiring dengan perubahan situasi dari masa ke masa, sejalan dengan estafet kepemimpinan baik nasional maupun di daerah,”urai mas Bro.

“Maksudnya ganti pejabat, ganti kebijakan?” tanya Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Menyeriusi Hantavirus

“Boleh jadi demikian, tapi bisa juga karena tuntutan memperketat pengawasan akibat dampak buruk dari kebijakan yang diperlonggar, sebut saja kerusakan lingkungan yang merugikan banyak orang,” kata mas Bro.


Berita Terkait


News Update