“Ketika dilakukan cek urine, hasilnya positif sabu-sabu. Jadi kami masih mendalami apakah yang bersangkutan benar mengalami gangguan kejiwaan atau hanya alasan yang dibuat-buat,” tuturnya.
Dari dalam tas pelaku, polisi juga menemukan surat keterangan sakit jiwa. Meski begitu, polisi belum memastikan keaslian dokumen tersebut.
“Kami belum bisa memastikan itu resmi dari medis atau dibuat-buat. Nanti akan kami jadwalkan pemeriksaan kejiwaan lebih lanjut,” pungkasnya.
Hingga kini polisi masih mendalami kemungkinan adanya aksi pencurian lain yang pernah dilakukan pelaku.
Sementara motor curian tersebut belum sempat dijual dan sudah diamankan sebagai barang bukti.
