Prabowo Singgung Elit Serakah di Peringatan May Day 2026 Sebut Curi Uang Rakyat

Jumat 01 Mei 2026, 15:16 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato dalam peringatan Hari Buruh atau May Day di Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Mei 2026. (Sumber: Istimewa)

Presiden RI Prabowo Subianto saat pidato dalam peringatan Hari Buruh atau May Day di Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Mei 2026. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Presiden RI Prabowo Subianto berkelakar terkait elit-elit politik yang serakah pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Jumat, 1 Mei 2026.

Kelakar itu disampaikan Prabowo dihadapan ribuan massa buruh dari berbagai penjuru di Monas.

Prabowo menyebut bahwa dirinya telah mempertaruhkan nyawanya, bahkan sudah berkali-kali, hanya demi Bangsa Indonesia agar lebih baik.

"Tapi saya melihat banyak elit-elit yang curi uang rakyat. Bukan ini yang saya perjuangkan bukan negara yang dirampok oleh maling-maling, saya tidak rela. Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar. Saya tidak rela ada ibu-ibu yang tidak bisa memberi susu untuk anaknya," kata Prabowo dalam pidatonya.

Baca Juga: Peringatan May Day 2026 di Monas, Buruh Tolak Upah Murah hingga Desak Penghapusan Outsourcing

"Saya tidak rela pejabat-pejabat pemerintah yang diberi kepercayaan oleh rakyat justru bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha brengsek dengan pengusaha-pengusaha serakah," sambungnya.

Karena itu ia mengajak kepada elit ataupun pengusaha yang baik untuk bekerjasama dengan pemerintah.

"Kita butuh mereka supaya ekonomi hidup. Jangan kita benci sama orang kaya tapi kalau kayanya ngerampok," jelas Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo sekaligus menegaskan bahwa dirinya telah memerintahkan kepada Menteri agar membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.

Baca Juga: 28 Ribu Buruh Bogor Berangkat Peringati May Day 2026 di Jakarta

"Kalau menguntungkan rakyat kecil laksanakan itu sudah benar enggak usah ragu-ragu," ucapnya.

Di sisi lain, dalam kesempatan itu juga, Prabowo menegaskan telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 10 Tahun 2026 Tentang Pembentukan Satuan tugas mitigasi memutuskan hubungan Kerja dan Kesejahteraan Buruh.

"Jangan khawatir kita akan membela kepentingan buruh yang diancam PHK kita akan membela dan kita akan melindungi saudara-saudara sekalian," kata Prabowo.


Berita Terkait


News Update