Hadirkan IKP Talks, Diskominfosantik Perkuat Kapasitas Kehumasan untuk Dukung Keberhasilan Pembangunan

Selasa 26 Mei 2026, 15:18 WIB
Diskominfosantik Kabupaten Bekasi menyelenggarakan IKP Talks di Gedung Bappeda Lantai 3, Komplek Pemda Bekasi, Cikarang Pusat, Selasa, 26 Mei 2026. (Sumber: Dok. Pemkab Bekasi)

Diskominfosantik Kabupaten Bekasi menyelenggarakan IKP Talks di Gedung Bappeda Lantai 3, Komplek Pemda Bekasi, Cikarang Pusat, Selasa, 26 Mei 2026. (Sumber: Dok. Pemkab Bekasi)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi menyelenggarakan kegiatan bertajuk IKP Talks dengan tema Penyusunan Strategi Komunikasi Publik Guna Mendukung Keberhasilan Pembangunan Daerah di Gedung Bappeda Lantai 3, Komplek Pemda Bekasi, Cikarang Pusat, Selasa, 26 Mei 2026.

Kegiatan ini untuk memperkuat kapasitas petugas kehumasan dalam mendukung program pembangunan daerah melalui pemanfaatan strategi komunikasi yang efektif di era digital saat ini.

Acara ini menghadirkan narasumber dari Pranata Humas Ahli Madya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Silvany Dianit serta Pranata Humas Ahli Madya Kementerian Agama (Kemenag) Sri Hendriani.

Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia menyampaikan, media sosial telah menjadi ruang publik utama masyarakat dalam mengakses informasi. Menurutnya, tantangan pemerintah saat ini bukan sekadar berbicara, melainkan memastikan informasi yang disampaikan jelas dan dipercaya guna membangun kepercayaan publik.

Baca Juga: Salat Idul Adha Bareng Warga Setu, Plt Bupati Bekasi Ajak Tingkatkan Empati dan Kepedulian Sosial

“Komunikasi publik saat ini sangatlah urgent karena menyangkut kepercayaan masyarakat. Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam pembangunan. Melalui kegiatan ini, Diskominfosantik berinisiatif dan berupaya dalam rangka mensinergikan strategi komunikasi para perangkat daerah dalam hal komunikasi publik,” kata Yan, Selasa, 26 Mei 2026.

Yan menjelaskan, Diskominfosantik mendorong media sosial perangkat daerah menjadi satu ekosistem komunikasi yang saling terhubung melalui narasi tunggal sebagaimana amanat Inpres Nomor 9 Tahun 2015.

“Narasi tunggal bukan berarti menyeragamkan, tetapi bagaimana mengorkestrasikan seluruh suara perangkat daerah dalam satu arah komunikasi pembangunan kepada masyarakat. Sehingga yang kami arahkan disini adalah bagaimana medsos di masing-masing perangkat daerah bisa menjadi ekosistem bagi Media Sosial Kabupaten Bekasi yang menjadi satu kesatuan,” ucapnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara dengan penduduk lebih dari 3 juta jiwa, memiliki dinamika sosial yang tinggi mulai dari isu pelayanan publik kesehatan, infrastruktur, ketenagakerjaan, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Kasus Hantavirus di Kabupaten Bekasi Nihil, Dinkes Imbau Warga Jaga Kebersihan

Di era media sosial, lanjutnya, satu informasi yang tidak tepat atau tidak direspons dengan baik dapat memicu misinformasi hingga krisis kepercayaan publik. Oleh karena itu, strategi komunikasi publik mesti dibangun secara terkoordinasi agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.


Berita Terkait


News Update