“Di sinilah urgensi strategi komunikasi (Strakom) sebagai jawaban untuk menyikapi isu publik secara terkoordinasi, dengan data akurat, pesan konsisten, dan empati tinggi. Sebaik apa pun program yang kita rancang, tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat semuanya akan sia-sia,” tuturnya.
“Tantangan kita adalah bagaimana kita bisa meluruskan misinformasi yang ada sehingga masyarakat bisa disuguhkan dengan fakta-fakta informasi yang benar. Kami juga mengharapkan masyarakat bisa memilah dan memilih mana informasi yang benar dan mana informasi yang tidak valid,” pungkasnya.
Melalui IKP Talks, Kepala Diskominfosantik mengajak seluruh perangkat daerah mengubah paradigma komunikasi publik melalui media sosial sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Sehingga diharapkan bisa menghasilkan tata kelola komunikasi publik yang terpadu, responsif, dan terpercaya.
