BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi memperkuat kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus melalui penguatan deteksi dini di fasilitas layanan kesehatan serta edukasi kepada masyarakat menyusul maraknya pemberitaan kasus penyakit tersebut di sejumlah daerah.
Langkah antisipasi dilakukan melalui koordinasi dengan rumah sakit, Puskesmas, dan klinik di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi guna memperkuat kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam mengenali gejala dan melakukan penanganan awal terhadap dugaan kasus Hantavirus.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Bekasi, Supriadinata mengatakan pihaknya telah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan beserta tenaga medis untuk melakukan screening awal terhadap penyakit tersebut.
“Kami sudah menyiapkan puskesmas, rumah sakit, klinik, serta tenaga kesehatan untuk melakukan screening awal terhadap penyakit Hantavirus,” kata Supriadinata.
Baca Juga: Salat Idul Adha Bareng Warga Setu, Plt Bupati Bekasi Ajak Tingkatkan Empati dan Kepedulian Sosial
Menurutnya, laporan kasus Hantavirus di Kabupaten Bekasi, baik dari rumah sakit, puskesmas maupun klinik, masih nihil.
“Per hari ini, 26 Mei 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi belum menerima laporan kasus Hantavirus baik dari rumah sakit, puskesmas maupun klinik,” ujarnya.
Dinkes Kabupaten Bekasi juga memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan terkait screening awal dan pengenalan gejala Hantavirus serta menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui penyuluhan dan publikasi informasi kesehatan melalui media sosial milik Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas.
“Hantavirus memiliki gejala yang mirip dengan demam berdarah dan tifoid, seperti demam tinggi, nyeri otot, kelelahan, hingga sesak napas,” ucapnya.
Baca Juga: Plt Bupati Bekasi Dampingi Menteri PKP Tinjau Pembangunan Rusun Subsidi Meikarta
Ia menjelaskan, Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus yang hidup di lingkungan kotor, lembap, dan dekat dengan sumber makanan maupun tumpukan sampah.
