JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada kenaikan harga perabotan rumah tangga di pasar tradisional. Sejumlah pedagang mengaku harga barang impor dan bahan baku mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi tersebut dirasakan Ari Indriyani, 35 tahun, pemilik Toko Sendi Makmur di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Ia menyebut hampir seluruh perabot rumah tangga yang dijual mengalami kenaikan harga hingga 20 persen akibat pasokan dari distributor yang ikut naik.
Di tengah deretan ember plastik, panci stainless, gelas, hingga rak-rak berisi piring dan mangkok, Ari hanya bisa menunggu pembeli datang sambil berbincang dengan para karyawannya. Meski tetap ramah melayani pengunjung, sebagian besar calon pembeli hanya melihat-lihat tanpa melakukan transaksi.
“Ya semua naik. Gelas, piring, terus mangkok, panci, ember,” ujar Ari saat ditemui Poskota, Jumat, 22 Mei 2026.
Baca Juga: Rupiah Anjlok ke Level Terburuk, Pengusaha Khawatir Gelombang PHK Terjadi
Harga Perabot Rumah Tangga Naik hingga 20 Persen
Menurut Ari, kenaikan harga mulai terasa sejak dua minggu terakhir. Distributor dan sales disebut sudah lebih dulu menaikkan harga pasokan barang ke pedagang pasar.
“Dua mingguan, keseluruhan naik 20 persen itu semua barang,” katanya.
Barang berbahan plastik menjadi salah satu produk yang paling terdampak. Ari mencontohkan harga ember dan gayung yang sebelumnya dijual Rp10 ribu kini naik menjadi Rp15 ribu per buah.
“Ini barang-barang plastik, ember, gayung. Dari harga Rp10 ribu kenaikan jadi Rp15 ribu,” ujarnya.
Baca Juga: Purbaya Optimistis Ekonomi RI Tetap Solid, Rupiah Lebih Kuat dari Negara Tetangga
Ia menegaskan kenaikan harga bukan berasal dari pedagang eceran, melainkan sudah terjadi sejak tingkat distributor.
