Imbas Rupiah Melemah, Pedagang Perabot di Pasar Jatinegara Keluhkan Omzet Turun 50 Persen

Jumat 22 Mei 2026, 17:43 WIB
Salah satu karyawan perabotan Toko Sendi Makmur saat melayani pelanggan yang akan membeli barang dagangannya, Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Salah satu karyawan perabotan Toko Sendi Makmur saat melayani pelanggan yang akan membeli barang dagangannya, Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

“Iyalah, langsung dari distributor, dari sales-sales naik semua,” ucap Ari.

Selama ini, Ari mengambil pasokan barang dari kawasan Jembatan Lima, Jakarta Barat. Namun menurutnya, hampir seluruh jalur distribusi kini menaikkan harga.

“Ada di Jembatan Lima, kadang ke sana. Kadang ada sales masuk, titip barang. Ada juga langsung dari distributor, sama naik,” katanya.

Kenaikan harga membuat banyak pelanggan mengeluh. Ari mengatakan sebagian pembeli mengira pedagang sengaja menaikkan harga demi mengambil keuntungan lebih besar.

“Ya pasti ada keluhan. Disangkanya dinaik-naikin sendiri, padahal dari sananya emang ada kenaikan,” keluhnya.

Di tokonya, harga perabot rumah tangga dijual bervariasi. Barang termurah seperti gelas dan asbak dibanderol mulai Rp5 ribu, sedangkan panci stainless dan satu lusin piring bisa mencapai Rp130 ribu hingga Rp400 ribu tergantung ukuran dan bahan.

“Yang paling murah Rp5 ribu gelas, asbak. Kalau yang paling mahal ya panci stainless, aluminium, sampai Rp400 ribu yang paling gede,” ujarnya.

Omzet Pedagang Turun Drastis

Tidak hanya harga barang yang naik, Ari juga mengaku omzet penjualannya turun drastis hingga 50 persen dibanding kondisi normal.

Bahkan sejak pagi hingga siang hari, belum ada satu pun pembeli yang melakukan transaksi di tokonya.

“Iya, turun drastis. Ini aja dari pagi belum ada yang beli. Gimana enggak sedih,” katanya.

Sebelum kondisi ekonomi memburuk, omzet tokonya dapat mencapai Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Produk yang paling banyak dicari pembeli biasanya sendok, gelas, dan panci.

Namun kini aktivitas pasar disebut jauh lebih sepi dibanding sebelumnya.


Berita Terkait


News Update