Hari Raya Pendidikan 2026 Gaungkan Gerakan Benerin 1000 Sekolah

Kamis 07 Mei 2026, 19:05 WIB
sejumlah komunitas dan organisasi seperti GEKRAFS, Sekolah Tanah Air, Bepro, Cemas.co, dan Distrik Berisik merayakan Hari Raya Pendidikan 2026 (Sumber: Istimewa)

sejumlah komunitas dan organisasi seperti GEKRAFS, Sekolah Tanah Air, Bepro, Cemas.co, dan Distrik Berisik merayakan Hari Raya Pendidikan 2026 (Sumber: Istimewa)

POSKOTA.CO.ID - Semangat membangun ulang fondasi pendidikan nasional mengemuka dalam gelaran Hari Raya Pendidikan 2026 yang berlangsung di Ganara Art FX Sudirman, Sabtu 2 Mei 2026.

Mengusung tema “Gerakan Pendidikan Kembali ke Akar”, acara tersebut dihadiri lebih dari 350 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pendidik, akademisi, pegiat komunitas, hingga kreator muda yang memiliki perhatian terhadap masa depan pendidikan Indonesia.

Kegiatan ini digagas melalui kolaborasi sejumlah komunitas dan organisasi seperti GEKRAFS, Sekolah Tanah Air, Bepro, Cemas.co, dan Distrik Berisik.

Dalam forum bertajuk “Peta Pendidikan Indonesia”, peserta diajak membahas berbagai persoalan mendasar pendidikan nasional. Topik yang mengemuka mulai dari ketimpangan akses pendidikan, kualitas pembelajaran, kesenjangan fasilitas sekolah, hingga relevansi sistem pendidikan menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pembicara lintas sektor seperti M. Andy Zaky, Galih Sulistyaningra, Nada Aprianita, Reza Erfit, Luthfi Dipa, hingga Ragil Dimas Pamungkas.

Antusiasme peserta dalam sesi dialog dinilai menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap kondisi pendidikan Indonesia saat ini.

Baca Juga: Wali Kota Depok Dorong Pemerataan dan Peningkatan Kualitas Pendidikan di Hardiknas 2026

Kolaborasi Dinilai Jadi Kunci Perubahan

Pada sesi kedua bertema “Kerja Sama untuk Generasi Selanjutnya”, pembahasan berfokus pada pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun pendidikan yang lebih relevan dan inklusif.

Berbagai gagasan kolaboratif muncul dalam forum tersebut, mulai dari penguatan ekosistem belajar berbasis komunitas hingga inisiatif memperluas akses pendidikan di berbagai daerah.

Forum ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak, melainkan membutuhkan kerja bersama dari komunitas, organisasi masyarakat, hingga generasi muda.

Gerakan Benerin 1000 Sekolah Resmi Diluncurkan

Puncak acara ditandai dengan peluncuran program “Gerakan Benerin 1000 Sekolah” yang digagas Sekolah Tanah Air. Program ini bertujuan mendorong perubahan langsung di lingkungan sekolah melalui penguatan fasilitas belajar, peningkatan literasi, pengembangan kapasitas pendidik, hingga membangun budaya belajar yang lebih sehat.

Founder Sekolah Tanah Air, Rian Fahardhi, menilai perubahan pendidikan harus dimulai dari langkah nyata di lapangan.

“Kita terlalu sering berhenti di ruang diskusi. Pendidikan butuh keberanian untuk turun langsung ke sekolah-sekolah dan membangun perubahan dari akar. Gerakan Benerin 1000 Sekolah adalah ikhtiar kolektif untuk memastikan perubahan itu benar-benar terasa dari kota-kota sampai pelosok desa,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Soroti Dunia Pendidikan di Kota Bekasi

Sementara itu, Ketua Umum Bepro, Luthfi Dipa, mengatakan tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal bahwa kesadaran publik terhadap isu pendidikan semakin meningkat.

“Hari ini kita membuktikan bahwa keresahan publik terhadap pendidikan bisa menjadi energi perubahan. Bepro lahir dengan semangat Muda, Aktif, dan Berdampak. Apalagi pendidikan adalah salah satu medan paling konkret untuk membuktikan bahwa anak muda bukan sekadar penonton, tapi penggerak,” kata Luthfi.

Selain forum diskusi, acara juga dimeriahkan penampilan budaya dari Traditional Dancer Club SMPN 253 Jakarta yang menampilkan nuansa budaya sebagai simbol pentingnya pendidikan berbasis nilai dan identitas bangsa.

Melalui kegiatan ini, Hari Raya Pendidikan 2026 menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya persoalan kebijakan, melainkan gerakan sosial yang membutuhkan keterlibatan kolektif seluruh elemen masyarakat.

Keberhasilan acara tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai kolaborasi baru untuk mendorong transformasi pendidikan Indonesia yang lebih merata dan berkelanjutan.


Berita Terkait


News Update