POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 80 peserta akan mengikuti perjalanan lintas wilayah dalam program Homecoming Sumba 2026 yang digelar Telkomsel bersama GSrek Indonesia Jakarta Chapter pada 26 April hingga 2 Mei 2026.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang touring, tetapi difokuskan sebagai misi sosial yang menyasar dua isu utama di Sumba, yakni keterbatasan akses air bersih dan kebutuhan pendidikan.
Ketua GSrek Indonesia Jakarta Chapter, Hendra Saputra, menekankan bahwa isu air bersih menjadi salah satu pengalaman paling nyata yang ditemui di lapangan.
“Ketika kita berbicara tentang air bersih, ini bukan sekadar infrastruktur, tapi tentang waktu, kesehatan, dan kesempatan anak-anak untuk belajar dengan lebih baik. Di beberapa tempat, air menjadi hal yang harus diperjuangkan setiap hari,” ujarnya.
Akses Air Bersih Jadi Fokus Utama
Di sejumlah wilayah pedesaan Sumba, ketersediaan air bersih masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi. Warga kerap harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air atau bergantung pada sumber yang tidak stabil, terutama saat musim kemarau.
Kondisi tersebut berdampak luas, mulai dari kesehatan hingga aktivitas anak-anak, termasuk kesiapan mereka untuk bersekolah.
Baca Juga: Komunitas GSrek Jakarta Umumkan Agenda Touring hingga Festival 2026
Melalui program ini, peserta akan melakukan berbagai intervensi langsung, seperti pemasangan tandon air, pembangunan sistem penampungan air hujan, hingga jaringan distribusi air. Selain itu, fasilitas sanitasi di sekolah juga akan diperbaiki untuk menunjang kebutuhan dasar.
Libatkan Warga dan Tinjau Langsung Lapangan
Tidak hanya membangun fasilitas, peserta juga akan turun langsung ke beberapa titik desa untuk melihat kondisi sumber air serta berdialog dengan masyarakat.
Pendekatan ini dilakukan agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan memberikan manfaat yang lebih tepat sasaran.
Kunjungi Sekolah dan Salurkan Bantuan
Selain sektor air bersih, kegiatan ini juga menyentuh dunia pendidikan. Peserta dijadwalkan mengunjungi tiga sekolah, yakni SD Negeri Ndata, SLB Negeri Loura, dan SD Inpres Pantai Rua.
