Founder Sekolah Tanah Air, Rian Fahardhi, menilai perubahan pendidikan harus dimulai dari langkah nyata di lapangan.
“Kita terlalu sering berhenti di ruang diskusi. Pendidikan butuh keberanian untuk turun langsung ke sekolah-sekolah dan membangun perubahan dari akar. Gerakan Benerin 1000 Sekolah adalah ikhtiar kolektif untuk memastikan perubahan itu benar-benar terasa dari kota-kota sampai pelosok desa,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD Soroti Dunia Pendidikan di Kota Bekasi
Sementara itu, Ketua Umum Bepro, Luthfi Dipa, mengatakan tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal bahwa kesadaran publik terhadap isu pendidikan semakin meningkat.
“Hari ini kita membuktikan bahwa keresahan publik terhadap pendidikan bisa menjadi energi perubahan. Bepro lahir dengan semangat Muda, Aktif, dan Berdampak. Apalagi pendidikan adalah salah satu medan paling konkret untuk membuktikan bahwa anak muda bukan sekadar penonton, tapi penggerak,” kata Luthfi.
Selain forum diskusi, acara juga dimeriahkan penampilan budaya dari Traditional Dancer Club SMPN 253 Jakarta yang menampilkan nuansa budaya sebagai simbol pentingnya pendidikan berbasis nilai dan identitas bangsa.
Melalui kegiatan ini, Hari Raya Pendidikan 2026 menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya persoalan kebijakan, melainkan gerakan sosial yang membutuhkan keterlibatan kolektif seluruh elemen masyarakat.
Keberhasilan acara tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai kolaborasi baru untuk mendorong transformasi pendidikan Indonesia yang lebih merata dan berkelanjutan.
