Obrolan Warteg: Jangan Cuma Lihat Covernya

Sabtu 25 Apr 2026, 05:00 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg edisi Sabtu, 25 April 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Ilustrasi Obrolan Warteg edisi Sabtu, 25 April 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

“Loh omongan aku ini dari mengutip khotbah pak ustad Dr.Ismail Hasyim,S.Sos., M.Sos, pada salat Jumat di suatu masjid kemarin yang menguraikan bagaimana memaknai takwa yang sebenarnya,” jelas mas Bro.

“Lanjut Bro, jadi kepengin dengar,” ujar Yudi.

“Secara umum takwa itu menjalankan perintah Allah dan meninggalkan apa yang dilarang. Jadi menyikapinya jangan sepotong – sepotong, tetapi utuh satu paket. Menjalankan apa yang diperintahkan, juga meninggalkan apa yang dilarang.Jangan kemudian menjalankan perintah, tetapi masih juga melakukan perbuatan yang dilarang,” urai mas Bro.

“Setuju Bro. Jangan seperti teman kita ini, rajin membantu teman kesusahan,  tapi yang buruk jalan terus alasannya menyelaraskan timbangan,” celetuk Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Wong Tegal Guyub Rukun

“Nggak usah nyindir teman. Mengingatkan boleh, nyindir jangan. Karena tak jarang suka nyindir, mengingatkan akhirnya kejeblos juga. Siapa sangka kepala daerah yang selalu dipuja – puja karena suka menyantuni rakyatnya yang kesusahan, memberi sumbangan, akhirnya kena OTT KPK,” kata Yudi.

“Iya juga, kadang masyarakat pun nggak percaya, masak iya sih terjerat korupsi, jangan – jangan ada unsur politik. Karena tadi, covernya selama ini sudah terbentuk sangat bagus dan dikagumi masyarakat,” kata Heri.

“Jadi menilai seseorang baik dan buruk jangan cuma lihat covernya, tapi telusui juga di baliknya,” ujar Yudi.

“Itulah perlunya sikap konsisten dan konsekuen, taat asas dan taat norma, baik norma hukum, sosial maupun keagamaan. Konsisten berarti ajek, tak berubah – ubah sikap. Konsekuen adalah sesuai dengan apa yang telah diperbuat, tidak mencla – mencle,” ujar mas Bro.


Berita Terkait


News Update