Petani Kota di Jakbar Siap Hadapi Musim Kemarau Panjang

Senin 20 Apr 2026, 17:37 WIB
Ketua Poktan GSG 07 Kembangan, Kasmin, saat sedang melihat tanaman hidroponik yang dia kembangkan di kebun, Senin, 20 April 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Ketua Poktan GSG 07 Kembangan, Kasmin, saat sedang melihat tanaman hidroponik yang dia kembangkan di kebun, Senin, 20 April 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

KEMBANGAN, POSKOTA.CO.ID - Kelompok Tani (Poktan) GSG 07 di Kembangan, Jakarta Barat, sudah bersiap menghadapi musim kemarau panjang yang diprediksi BMKG.

Di lahan seluas 3.500 meter persegi ini, warga menanam berbagai jenis sayuran dan juga menernak ikan sebagai bentuk ketahanan pangan dan kemandirian warga sekitar.

Berbagai jenis tanaman mulai dari cabai, anggur, labu madu, terong, hingga kacang panjang. Sementara untuk ikan, warga menernak diantaranya jenis ikan lele dan nila.

Poktan GSG 07 juga memiliki tanaman hidroponik di dua tempat yang tidak begitu luas. Di situ, warga menanam kangkung, bayam, hingga pokcoy, yang hasilnya bisa dijual.

Baca Juga: Pergoki Aksi Curanmor, Petugas PPSU Jadi Korban Pemukulan

Mulyadi, 55 tahun, salah satu petani di sini mengungkapkan kesiapannya dalam menghadapi musim kemarau panjang yang telah diprediksi oleh BMKG dari jauh hari.

"Kami sudah buat tadah hujan, pakai tong, jadi buat nadah air hujan. Airnya bisa buat nyiram tanaman yang ada di luar," katanya kepada Poskota saat ditemui, Senin, 21 April 2026.

"Ada beberapa yang dibuat di sini, ya buat jaga-jaga aja kalau lagi enggak ada air ya kita siram tanaman pakai air ini," sambung Mulyadi.

Di lokasi Poktan ini, Mulyadi mengungkapkan sebetulnya masalah air tidak kesulitan meskipun musim kemarau. Sebab kawasan ini merupakan lokasi yang airnya melimpah.

"Karena di sini kalau buat air enggak susah, jadi masih aman," ungkapnya.

Baca Juga: El Nino April-September 2026 Ancam Kesehatan Warga Jakarta, Dinkes Ingatkan Risiko Heatstroke hingga ISPA

Namun demikian, Mulyadi mengungkapkan, musim kemarau bukan berarti para petani tidak menghadapi tantangan. Menurutnya, selama musim kemarau, tantangan yang harus dilakukan yakni misalnya menyiram tanaman dengan teratur.

"Yang paling penting sih penyiramannya teratur, itu aja sih. Beda kalau sama lagi musim hujan kan," ungkap dia.

Ketua Poktan GSG 07 Kembangan, Kasmin mengatakan musim kemarau justru sangat baik bagi pertumbuhan tanaman khususnya pada tanaman hidroponik dan sejenisnya.

"Kalau kena air hujan kurang bagus ya, terus di segala tanaman juga untuk PH tanahnya juga kan beda ya, gitu. Terus kayak di hidroponik itu, kayak di media sini hidroponik semua itu kalau musim panas itu bagus," jelas Kasmin.

Baca Juga: Curi Motor Warga, 2 Debt Collector Dibekuk di Curug Tangerang

Seperti pada tanaman Pokcoy, jika pada musim panas, tanaman ini akan panen lebih cepat. Selain panen lebih cepat, hasilnya juga lebih bagus ketimbang saat musim hujan.

"Bedanya satu untuk pertumbuhan. Karena kalau musim hujan emang kurang panas ya. Sedangkan di hidroponik itu emang dia membutuhkan panas," jelas dia.

Kasmin menyampaikan, musim kemarau akan dirugikan kemungkinan bagi petani padi di daerah. Sebab para petani pasti membutuhkan air yang bersumber dari waduk.

"Kalau padi kan memang benar-benar membutuhkan air, nah mungkin kekeringan bisa menjadi masalah," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kasmin berujar, Poktan GSG 07 ini dikhususkan untuk warga RW 07 di beberapa RT yang ingin belajar bercocok tanam dan sejenisnya.

Hasil panen sayuran maupun buah-buahan yang berada di Poktan GSG 07 Kembangan juga diterutamakan untuk kebutuhan warga sekitar.

"Kalau warga luar mau beli di sini juga bisa, tapi memang kami prioritaskan untuk warga sekitar yang ada di kawasan ini," jelas Kasmin. (pan)


Berita Terkait


News Update