Janin Dikubur di Halaman Rumah, Polisi Ungkap Praktik Gelap Guru Silat dan Istrinya

Senin 20 Apr 2026, 16:16 WIB
Kasubdit Renakta AKBP Irene Missy (kanan) menunjukkan barang bukti aborsi dalam kasus kekerasan seksual. (Sumber: Poskota/Rahmat Haryono)

Kasubdit Renakta AKBP Irene Missy (kanan) menunjukkan barang bukti aborsi dalam kasus kekerasan seksual. (Sumber: Poskota/Rahmat Haryono)

BANTEN, POSKOTA.CO.ID - Seorang oknum guru silat berinisial MY, 54 tahun,  warga Kabupaten Serang bersama istrinya, SM, resmi dijebloskan ke dalam tahanan Polda Banten. 

Penahanan ini menyusul laporan dari sebelas anak didik yang menjadi korban pencabulan, serta tindakan aborsi yang dilakukan terhadap salah satu korban yang hamil. 

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten, AKBP Irene Missy, mengatakan bahwa tersangka MY diamankan setelah sempat ditangkap oleh warga di daerah Waringinkurung, Kabupaten Serang.

"Tersangka MY diamankan setelah ditangkap warga di daerah Waringinkurung karena dicurigai melakukan perbuatan cabul dengan memanfaatkan posisinya sebagai guru pencak silat," ujar AKBP Irene Missy saat konferensi pers di Mapolda Banten, Senin 20 April 2026.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Upaya Aborsi Sepasang Kekasih di Bogor, Tekanan Orang Tua Jadi Pemicu

Aksi bejat tersebut diketahui berlangsung sejak Mei 2023 hingga April 2026 di wilayah Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang. Selama tiga tahun, para korban mengalami tekanan psikologis yang berat akibat ancaman dan manipulasi mistis dari pelaku.

Irene menjelaskan modus operandi yang digunakan tersangka sangat terstruktur dan memanfaatkan posisinya sebagai guru silat.

"Tersangka memanfaatkan posisinya sebagai guru silat untuk mengajak korban mengikuti ritual pembersihan badan dan aura," jelasnya kepada awak media.

Dalam setiap ritualnya, korban diminta untuk melepas pakaian dengan alasan pengobatan dan pembukaan aura. Setelah korban dalam kondisi telanjang, pelaku kemudian melakukan perbuatan cabul hingga persetubuhan secara berulang.

Baca Juga: Terungkap! Siswi SMP di Simalungun Tewas Dibunuh Pacar, Dipicu Permintaan Uang Obat Aborsi

Akibat perbuatan biadab tersebut, salah satu korban yang masih di bawah umur diketahui mengalami kehamilan. Kondisi ini membuat pelaku panik karena takut aksinya terungkap ke publik.


Berita Terkait


News Update