El Nino April-September 2026 Ancam Kesehatan Warga Jakarta, Dinkes Ingatkan Risiko Heatstroke hingga ISPA

Senin 20 Apr 2026, 17:31 WIB
Ilustrasi Cuaca panas. (Sumber: freepik)

Ilustrasi Cuaca panas. (Sumber: freepik)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) fenomena El Nino terjadi mulai pertengahan April hingga September 2026.

Kondisi ini diperkirakan membawa dampak signifikan terhadap peningkatan suhu udara, kekeringan, hingga penurunan kualitas udara yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyampaikan bahwa El Nino ekstrem tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memicu berbagai risiko kesehatan yang saling berkaitan.

"El Nino ekstrem menyebabkan kenaikan suhu yang signifikan, kekeringan, serta penurunan kualitas udara terjadi secara bersamaan dan saling memperburuk dampak terhadap kesehatan masyarakat," ucap Ani kepada awak media, Senin, 20 April 2026.

Baca Juga: Terekam CCTV, Tamu Hotel Gasak Uang dan Dokumen di Resepsionis Gunung Sahari

Menurutnya, suhu udara yang tinggi dapat berisiko meningkatkan kasus heatstroke dan dehidrasi. 

"Tetapi juga memperberat penyakit kronis seperti jantung dan paru," ujar Ani. 

Selain itu, Ani menyebut, kualitas udara yang menurun akibat meningkatnya partikulat halus selama musim kemarau turut berkontribusi terhadap lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"El Nino akan menjadi risiko yang berdampak pada kesehatan terutama pada populasi rentan (anak-anak dan lansia)," ungkap Ani. 

Baca Juga: Hadir di Rusun Tanah Abang, PGN Pastikan Warga Paham Cara Aman Gunakan Gas Bumi

Ia menjelaskan, beberapa dampak kesehatan yang berpotensi terjadi selama periode El Nino. Salah satunya adalah dehidrasi akibat paparan suhu tinggi yang menyebabkan tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar. 


Berita Terkait


News Update