JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) nonsubsidi mendorong Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah cepat untuk menekan dampaknya terhadap masyarakat.
Salah satu fokus utama adalah mengurangi ketergantungan warga terhadap BBM yang selama ini masih cukup tinggi.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung pun menyiapkan sejumlah strategi yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berorientasi pada perubahan sistem transportasi dan energi secara menyeluruh.
Upaya ini diharapkan mampu menciptakan pola mobilitas yang lebih efisien sekaligus ramah lingkungan.
Berbagai kebijakan pun mulai digulirkan, mulai dari penguatan transportasi publik hingga pengembangan energi alternatif, sebagai bagian dari transformasi besar di ibu kota.
Baca Juga: Kendaraan Listrik Bakal Kena Pajak di 2026? Ini Skema Keringanan yang Disiapkan
Dorong Warga Beralih ke Transportasi Umum
Pemprov Jakarta menempatkan transportasi umum sebagai kunci utama dalam menekan konsumsi BBM. Upaya peningkatan layanan terus dilakukan agar masyarakat merasa lebih nyaman, aman, dan ekonomis saat menggunakan angkutan publik.
Dengan kualitas layanan yang semakin baik, masyarakat diharapkan beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum.
“Pemerintah Jakarta akan melakukan terobosan agar orang yang menggunakan BBM nonsubsidi ini makin berkurang dengan cara mereka untuk mau naik transportasi umum,” ucap Pramono di kawasan Kebayoran, Jakarta Pusat, Minggu 19 April 2026.
Integrasi Transportasi Semakin Luas
Selain meningkatkan kualitas layanan, Pemprov Jakarta juga memperluas integrasi antar moda transportasi. Sistem ini menghubungkan berbagai layanan seperti Transjakarta, MRT Jakarta, hingga LRT Jakarta agar perjalanan menjadi lebih praktis tanpa kendaraan pribadi.
Tak hanya di dalam kota, jangkauan layanan Transjakarta juga diperluas hingga wilayah penyangga seperti Depok, Bogor, Bekasi, dan kawasan Banten. Hal ini memudahkan mobilitas masyarakat dari dan menuju Jakarta secara lebih efisien.
