JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menjaga arah pembangunan agar tetap berpihak pada kesejahteraan warga di tengah tantangan global yang kian dinamis.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Triwulan I 2026 mencerminkan fondasi yang kuat.
“APBD DKI Jakarta ditetapkan sebesar Rp81,32 triliun. Hingga 31 Maret 2026, realisasinya meliputi pendapatan daerah Rp9,57 triliun (13,39 persen), belanja daerah Rp10,38 triliun (13,97 persen), penerimaan pembiayaan Rp5,82 triliun (58,92 persen), serta pengeluaran pembiayaan Rp243,2 miliar (3,45 persen), dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Rp4,77 triliun,” ucap Pramono saat konferensi pers di Balairung, Balai Kota Jakarta, pada Jumat, 17 April 2026.
Pramono mengatakan, sebanyak 94.798 paket pengadaan telah diselesaikan. Atas dasar itu, dia mengimbau percepatan penyelesaian paket tersisa agar manfaat belanja segera dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Geruduk Polda Metro Jaya, Demonstran Laporkan Feri Amsari soal Pernyataan Swasembada Beras
Lebih lanjut, Pramono menyebut, sepanjang 2025 pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat 5,21 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi Jakarta di tengah dinamika global.
“Yang menggembirakan, pada Maret 2026 indeks keyakinan konsumen mencapai 145,5. Ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jakarta,” ungkap Pramono.
Selain itu, penjualan riil meningkat 4,92 persen (year on year) pada Februari 2026, mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap kuat. Kampanye penggunaan transportasi umum juga disambut positif, dengan total pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai 112 juta penumpang pada triwulan pertama 2026.
“Momentum ini harus diperkuat melalui kebijakan insentif fiskal yang tepat. Kami tengah mengkaji instrumen perpajakan yang lebih kompetitif, termasuk relaksasi untuk merespons tekanan geopolitik,” kata Pramono.
Baca Juga: Polda Metro Resmi SP3 Rismon dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Saat ini, dikatakan Pramono, inflasi Jakarta tercatat 3,37 persen (year on year), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,48 persen. Jumlah penduduk miskin turun menjadi 439,12 ribu orang (4,03 persen), disertai penurunan rasio gini dari 0,441 menjadi 0,423.
