TAMANSARI, POSKOTA.CO.ID - Tiga remaja ditangkap unit Reskrim Polsek Metro Tamansari Jakarta Barat setelah secara sengaja berjanjian untuk melakukan tawuran dengan menggunakan senjata tajam jenis parang dalam berbagai ukuran.
Ketiga remaja yang ditangkap berinisial ZA 18 tahun, MFEA 19 tahun, dan RS 18 tahun. Dalam pengungkapan tersebut, ZA dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis sabu.
Dari hasil pendalaman pihak kepolisian, motif tawuran antara dua kelompok remaja ini didasari karena rasa ingin mencari jati diri, mengingat kedua kelompok yang terlibat tawuran masih remaja.
Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby Mochammad Zulfikar mengatakan, kasus tawuram dua kelompok remaja ini terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026 lalu, bermula dari kelompok remaja bernama Pemuda Patah Hati (PPH) mengirim pesan ke kelompok pemuda gend Thalib dengan narasi mengajak tawuran.
Baca Juga: Gagalkan Rencana Tawuran Remaja di Cikarang Utara, Brimob Polda Metro Jaya Tangkap Dua Remaja
"Kemudian para kelompok pelaku dan teman-temannya konvoi menggunakan kurang lebih 10 motor sambil membawa celurit," kata Bobby kepada wartawan saat konferensi pers, Rabu, 15 April 2026.
Kedua kelompok remaja itu kemudian saling serang pada dini hari tepatnya di Jalan Keutamaan Dalam, Kelurahan Krukut, Kecamatan Tamansari. Bentrokan tidak terhindarkan, bahkan viral di media sosial (medsos).
Unit Reskrim Polsek Metro Tamansari langsung melakukan penyelidikan berdasarkan laporan dari masyarakat dan juga kejadian viral tersebut. Petugas menangkap satu pelaku dan berhasil dikembangkan hingga menangkap dua pelaku lain.
Baca Juga: Depok Night Run Ramadhan 2026 Sukses Digelar, Polisi: Efektif Cegah Tawuran Remaja
Dari hasil pendalaman terhadap ketiga pelaku, motif mereka melakukan tawuran antar kelompok karena ingin mencari jati diri semata. Kelompok pelaku memang kerap membuar janjian tawuran ke kelompok lain.
"Untuk seperti anak-anak muda yang lain sebagainya, ya eksistensi bahasanya eksistensi, mencari pengakuan. Jadi kalau misalnya kami melihat, kami dalami ternyata itu dari wilayah yang bersebelahan. Mencari eksistensi dan ini memang sudah terjadi berulang-ulang," jelas Bobby.
