Saat tubuh berada dalam kondisi dingin, pembuluh darah menyempit. Hal ini membuat sistem imun melemah dan virus lebih mudah berkembang biak di dalam tubuh.
- Gangguan Pembekuan Darah
Hipotermia berat dapat menyebabkan disfungsi platelet (keping darah). Akibatnya, proses pembekuan darah terganggu dan meningkatkan risiko perdarahan.
- Kebutuhan Oksigen Meningkat
Setiap penurunan suhu tubuh sebesar 1 derajat Celsius dapat meningkatkan kebutuhan oksigen hingga 10 persen. Hal ini membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu normal.
Baca Juga: Berkedok Yayasan Outsourcing, Pasutri di Cikande Tipu Belasan Pencari Kerja
- Risiko Kematian
Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat berujung fatal. Bayi dan balita menjadi kelompok paling rentan karena daya tahan tubuh yang masih lemah.
Pentingnya Kewaspadaan Orang Tua
Kasus balita di Gunung Ungaran menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk lebih berhati-hati dalam membawa anak ke lingkungan ekstrem, seperti pendakian gunung.
Paparan cuaca dingin, hujan, dan angin kencang dapat dengan cepat menurunkan suhu tubuh anak.
Tanpa perlindungan dan persiapan yang memadai, risiko hipotermia bisa meningkat drastis.
Hipotermia merupakan kondisi serius yang dapat mengancam nyawa, terutama pada bayi dan balita. Peristiwa yang terjadi di Gunung Ungaran menegaskan pentingnya memahami risiko lingkungan ekstrem terhadap anak.
Orang tua diimbau untuk mempertimbangkan faktor keamanan sebelum mengajak anak melakukan aktivitas di alam terbuka, khususnya di daerah bersuhu rendah.
