Biaya Haji 2026 Naik karena Avtur, Pemerintah Pastikan Jemaah Tak Terdampak

Kamis 09 Apr 2026, 15:50 WIB
Ilustrasi. Kenaikan harga avtur picu lonjakan biaya haji 2026, namun pemerintah memastikan jemaah tidak terbebani. Ini rincian kenaikan dan sikap resmi Kemenhaj RI. (Sumber: Pexels/Fahad Puthawala)

Ilustrasi. Kenaikan harga avtur picu lonjakan biaya haji 2026, namun pemerintah memastikan jemaah tidak terbebani. Ini rincian kenaikan dan sikap resmi Kemenhaj RI. (Sumber: Pexels/Fahad Puthawala)

Baca Juga: BNN Usul Larangan Vape di Indonesia, Ini Alasan dan Temuan Mengejutkannya

Lonjakan Biaya Penerbangan Jadi Pemicu

Kenaikan ongkos haji tak lepas dari melonjaknya biaya penerbangan. Biaya awal yang sebelumnya sekitar Rp33,5 juta kini meningkat menjadi Rp46,9 juta atau naik hampir 40 persen.

Jika terjadi perubahan rute penerbangan, biaya bahkan diperkirakan bisa mencapai Rp50,8 juta per jemaah, atau melonjak lebih dari 50 persen. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya harga avtur serta perubahan jalur penerbangan yang membuat durasi perjalanan lebih panjang.

Usulan Kenaikan dari Maskapai

Pertimbangan kenaikan biaya ini muncul setelah adanya pengajuan dari dua maskapai besar, yakni Garuda Indonesia dan Saudi Airlines, pada akhir Maret hingga awal April 2026.

Garuda Indonesia mengusulkan tambahan biaya sebesar Rp7,9 juta per jemaah akibat harga avtur yang mencapai 116 US$ sen per liter. Sementara itu, Saudi Airlines mengajukan tambahan sebesar 480 dolar AS per jemaah dengan harga avtur mencapai 137,4 USD cent per liter.

Perubahan ini disebabkan maskapai harus menggunakan rute alternatif yang menambah waktu tempuh hingga empat jam serta meningkatkan konsumsi avtur hingga 12.000 ton.

"Pertimbangan ini dibahas karena beberapa hari lalu karena ada permintaan Garuda dan Saudi Airlines yang ingin menambah atau merubah harga karena kenaikan Avtur," ungkapnya.

Baca Juga: Baznas-MUI Bersinergi Pulihkan Aceh dan Sumatra lewat Program Sedekah Pendidikan

Pemerintah Masih Lakukan Kajian Lanjutan

Meski ada usulan kenaikan, pemerintah belum mengambil keputusan final. Seluruh pengajuan masih dalam tahap evaluasi dan akan disesuaikan dengan kondisi terbaru, termasuk perkembangan harga avtur global.

"Tentu akan kami kaji kembali, kemarin surat yang diajukan oleh Garuda maupun Saudi Arabia masih di atas harga 100 Dolar AS, tapi dengan adanya gencatan senjata mungkin harga akan turun sehingga harus kami sesuaikan kembali," tambahnya menutup.

Dengan adanya komitmen dari pemerintah, calon jemaah haji diharapkan dapat tetap fokus mempersiapkan ibadah tanpa dibayangi kekhawatiran terkait biaya tambahan.


Berita Terkait


News Update