JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana merevitalisasi anjungan DKI Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp77,5 miliar.
Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno saat meninjau Anjungan DKI Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur, pada Minggu, 29 Maret 2026.
Rano mengatakan, pihaknya akan menyiapkan konsep yang lebih visioner dengan pendekatan jangka panjang hingga 20 tahun ke depan.
Salah satu fokus utamanya adalah menghadirkan pengalaman yang lebih imersif dengan memanfaatkan teknologi digital.
Baca Juga: Harga Cabai di Pasar Senen Jakarta Turun Usai Lebaran
“Sekarang anak-anak sudah punya pandangan yang berbeda. Kita harus bersiap ke arah digital karena memang itu eranya,” ujar Rano.
Rano mengaku, optimistis Anjungan DKI Jakarta dapat menjadi showcase kebudayaan Jakarta.
"Sekaligus wadah promosi dan edukasi yang menampilkan budaya Betawi serta keberagaman masyarakat Jakarta," ucap Rano.
Lebih lanjut, Rano mengungkapkan bahwa revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII telah direncanakan sejak dua tahun terakhir.
Baca Juga: Rumah di Cilincing Terbakar Saat Pemilik Tidur Lelap, 45 Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api
Nantinya, pembiayaan untuk revitalisasi menggunakan skema kombinasi, yakni dari sumber non-Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta APBD.
"Revitalisasi ini telah direncanakan sejak 2024 oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan. Total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp77,5 miliar,” ungkap Rano.
Untuk tahap awal, dikatakan Rano, pembiayaan senilai Rp25 miliar pada 2026 didukung oleh PT Wisma Nusantara Internasional.
Selain itu, pemerintah juga mengupayakan tambahan Rp25 miliar dari skema yang sama sehingga total kontribusi dari sumber non-APBD dapat mencapai Rp50 miliar.
Baca Juga: Rano Karno Sebut Transportasi Gratis Hari Besar Dongkrak Ekonomi Jakarta hingga Rp48 Triliun
Adapun sisa kebutuhan anggaran sebesar Rp27,5 miliar direncanakan dipenuhi melalui APBD Tahun Anggaran 2027.
“Proses penghapusan aset dijadwalkan dimulai pada April 2026, sedangkan pembangunan konstruksi ditargetkan mulai pada Juni 2026. Revitalisasi ini ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun, sehingga Anjungan DKI Jakarta dapat kembali difungsikan pada peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta,” kata Rano. (cr-4)
