Rano Karno Sebut Transportasi Gratis Hari Besar Dongkrak Ekonomi Jakarta hingga Rp48 Triliun

Minggu 29 Mar 2026, 19:40 WIB
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno di Jakarta Timur, Minggu, 29 Maret 2026. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno di Jakarta Timur, Minggu, 29 Maret 2026. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika global.

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menyampaikan, perputaran ekonomi Jakarta pada periode hari besar keagamaan menunjukkan tren positif. 

Menurutnya, hal ini tercermin dari meningkatnya aktivitas ekonomi sejak perayaan Natal hingga Idulfitri.

"Alhamdulillah, pada periode kegiatan kebudayaan yang dimulai dari Natal hingga Hari Raya Idulfitri, perputaran ekonomi Jakarta mencapai hampir Rp48 triliun. Angka ini menunjukkan daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi tetap terjaga dengan baik,” ujar Rano di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu 29 Maret 2026.

Baca Juga: Usai Lebaran Idulfitri Harga Cabai di Jakarta Turun, Rawit Merah Kini Sentuh Rp80 Ribu per Kilogram

Sebagai bagian dari upaya menjaga pergerakan ekonomi, dikatakan Rano, pihaknya menerapkan kebijakan strategis berupa penggratisan layanan transportasi publik pada momen Idulfitri. 

Kebijakan ini dinilai efektif dalam mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi.

“Salah satu kebijakan yang kami lakukan adalah menggratiskan transportasi umum di Jakarta selama dua hari saat Idulfitri. Baik TransJakarta maupun MRT dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat,” kata Rano. 

Baca Juga: Harga Cabai di Pasar Senen Jakarta Turun Usai Lebaran

Menurut dia, kebijakan tersebut memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan melampaui nilai subsidi yang dikeluarkan pemerintah.

“Jika dihitung, subsidi yang diberikan mencapai hampir Rp3 triliun. Namun, dampaknya justru menghasilkan perputaran ekonomi hingga tujuh kali lipat. Ini menunjukkan ekonomi Jakarta masih cukup solid,” ucap Rano.


Berita Terkait


News Update