"Revitalisasi ini telah direncanakan sejak 2024 oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan. Total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp77,5 miliar,” ungkap Rano.
Untuk tahap awal, dikatakan Rano, pembiayaan senilai Rp25 miliar pada 2026 didukung oleh PT Wisma Nusantara Internasional.
Selain itu, pemerintah juga mengupayakan tambahan Rp25 miliar dari skema yang sama sehingga total kontribusi dari sumber non-APBD dapat mencapai Rp50 miliar.
Baca Juga: Rano Karno Sebut Transportasi Gratis Hari Besar Dongkrak Ekonomi Jakarta hingga Rp48 Triliun
Adapun sisa kebutuhan anggaran sebesar Rp27,5 miliar direncanakan dipenuhi melalui APBD Tahun Anggaran 2027.
“Proses penghapusan aset dijadwalkan dimulai pada April 2026, sedangkan pembangunan konstruksi ditargetkan mulai pada Juni 2026. Revitalisasi ini ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun, sehingga Anjungan DKI Jakarta dapat kembali difungsikan pada peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta,” kata Rano. (cr-4)
