Siapa Hendrik Irawan? Mitra MBG yang Viral usai Joget dan Klaim Insentif Rp6 Juta per Hari

Selasa 24 Mar 2026, 15:45 WIB
Siapa Hendrik Irawan yang viral usai video joget viral dengan klaim terima insentif Rp6 juta per hari. (Sumber: X/@myshawti)

Siapa Hendrik Irawan yang viral usai video joget viral dengan klaim terima insentif Rp6 juta per hari. (Sumber: X/@myshawti)

POSKOTA.CO.ID - Nama Hendrik Irawan mendadak menjadi sorotan publik setelah sebuah video dirinya berjoget tersebar luas di media sosial. Dalam tayangan tersebut, muncul narasi yang menyebut dirinya menerima insentif Rp6 juta per hari dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Viralnya video tersebut langsung memicu beragam reaksi dari warganet, mulai dari rasa penasaran hingga munculnya berbagai spekulasi yang berkembang di ruang digital.

Tak sedikit pula yang mempertanyakan kebenaran informasi tersebut, hingga akhirnya memunculkan polemik yang semakin meluas di tengah masyarakat.

Menanggapi hal itu, Hendrik Irawan pun angkat bicara. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai fakta dan telah dipelintir sehingga merugikan dirinya secara pribadi.

Baca Juga: Kenapa Suami Boleh Memukul Istri? Emir Mahira Cari Jawaban Langsung ke Ustaz Quraish Shihab

Peran Hendrik Irawan dalam Program MBG

Hendrik Irawan diketahui merupakan mitra aktif dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Ia tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban Batujajar, dengan peran mencakup pengelolaan dapur MBG, penyediaan makanan bergizi, serta distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

Melalui kontribusinya di lapangan, ia menjadi salah satu sosok yang terlibat langsung dalam upaya peningkatan gizi anak-anak sekolah.

Investasi Pribadi demi Program MBG

Sosok Hendrik semakin menarik perhatian publik setelah ia mengaku telah menggelontorkan dana pribadi dalam jumlah besar untuk mendukung program ini.

Ia menyebut telah mengeluarkan dana hingga Rp3,5 miliar untuk membangun dapur SPPG guna memastikan operasional program MBG di wilayahnya dapat berjalan optimal.

Keputusan ini dinilai sebagai bentuk komitmen kuat dalam mendukung keberlanjutan program yang memiliki dampak langsung bagi kesehatan anak-anak.

Baca Juga: Emy Aghnia Punjabi Anak Siapa dan Asal Mana? Selebgram yang Disorot usai Unggah Foto Vidi Aldiano untuk Promosi

Aktif di TikTok dan Transparansi Kegiatan

Selain aktif di lapangan, Hendrik juga memanfaatkan media sosial untuk berbagi aktivitasnya. Melalui akun TikTok @mitrapangaubanbatujajar, ia rutin mengunggah berbagai konten yang menampilkan aktivitas dapur MBG, proses distribusi makanan, hingga konten hiburan seperti video joget, sekaligus digunakan sebagai sarana klarifikasi atas berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Klarifikasi Soal Insentif Rp6 Juta

Menanggapi polemik terkait insentif Rp6 juta, Hendrik memberikan penjelasan tegas bahwa nominal tersebut memang merupakan hak mitra sesuai petunjuk teknis program MBG. “Dalam juknis sudah dijelaskan bahwa mitra berhak menerima insentif Rp6 juta per hari,” jelasnya.

Ia menyayangkan adanya narasi yang menggiring opini seolah dirinya berjoget demi menerima uang tersebut, karena menurutnya informasi yang beredar telah dipelintir dan tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.

Baca Juga: Surat Romantis Sheila Dara untuk Vidi Aldiano Terungkap, Bikin Netizen Terharu

Tempuh Jalur Hukum, Lapor ke Polisi

Merasa dirugikan atas penyebaran informasi tersebut, Hendrik memutuskan untuk mengambil langkah hukum dengan melaporkan sejumlah akun media sosial ke Polres Cimahi terkait dugaan penyebaran video tanpa izin serta hinaan yang tidak berdasar. “Saya hanya ingin mencari keadilan karena merasa dirugikan,” ujarnya.

Ia juga berencana melanjutkan laporan ke Polda Jawa Barat pada 26 Maret 2026 dengan dugaan pelanggaran berupa pencemaran nama baik dan penyebaran konten tanpa izin.

Di tengah berbagai polemik yang muncul, Hendrik menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menjaga keberlanjutan program MBG agar tetap berjalan dengan baik.

Menurutnya, penyebaran informasi negatif yang tidak berdasar justru berpotensi merusak citra program yang memiliki tujuan mulia dalam meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.


Berita Terkait


News Update