Harga Plastik Naik, Imbas Konflik Israel–Iran Ganggu Pasokan Bahan Baku

Senin 16 Mar 2026, 21:21 WIB
Ilustrasi Toko Plastik di Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 16 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegat Jihad)

Ilustrasi Toko Plastik di Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 16 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegat Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.IDKonflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Iran, mulai memberikan tekanan terhadap industri plastik di Indonesia. Ketegangan tersebut berpotensi memicu kenaikan harga bahan baku serta mengganggu rantai pasokan yang selama ini menjadi tulang punggung industri petrokimia global.

Kondisi ini dikhawatirkan berdampak langsung pada pelaku usaha dalam negeri, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan produk makanan dan minuman.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, menilai harga plastik berpotensi meningkat seiring naiknya harga minyak bumi sebagai bahan baku utama industri tersebut.

Menurutnya, kondisi geopolitik yang memanas di Timur Tengah membuat pasokan bahan baku semakin sulit diperoleh, sehingga memicu kenaikan harga di tingkat industri.

Baca Juga: Dampak Konflik Timur Tengah Harga Plastik Naik, Pedagang Kecil Mulai Keluhkan Biaya Operasional

“Bahan plastik berpotensi naik karena bahan baku minyak makin sulit diperoleh dan harganya naik. Bahkan salah satu produsen petrokimia menyatakan force majeure alias kondisi kahar tidak mampu memenuhi kontrak,” ujar Bhima kepada Poskota, Senin, 16 Maret 2026.

Bhima bahkan menyebutkan bahwa salah satu produsen petrokimia telah menyatakan kondisi force majeure atau keadaan kahar karena tidak mampu memenuhi kontrak pasokan bahan baku.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan bahan baku berbasis minyak bumi berpotensi menekan produksi plastik dan memicu kenaikan harga di pasar.

Biaya Logistik Industri Plastik Ikut Terdampak

Dampak konflik tidak hanya terjadi pada sisi bahan baku, tetapi juga pada sektor distribusi. Ketidakpastian geopolitik global membuat biaya logistik industri plastik meningkat.

Baca Juga: Harga Plastik di Jakarta Naik hingga 30 Persen, Pedagang Sebut Dampak Konflik Iran–Amerika

Kenaikan biaya distribusi tersebut pada akhirnya berpotensi dibebankan kepada konsumen melalui harga produk yang lebih tinggi di pasar.


Berita Terkait


News Update