9 SPPG di Gresik Disuspend BGN, Operasional Dihentikan karena Sajikan Kelapa Utuh dalam Menu MBG

Senin 16 Mar 2026, 10:55 WIB
BGN menghentikan operasional sementara sembilan SPPG di Gresik karena menyajikan kelapa utuh dalam menu Program Makan Bergizi Gratis. (Sumber: DOk/BGN)

BGN menghentikan operasional sementara sembilan SPPG di Gresik karena menyajikan kelapa utuh dalam menu Program Makan Bergizi Gratis. (Sumber: DOk/BGN)

Selain penghentian operasional sementara, BGN juga meminta agar pimpinan SPPG yang terlibat diberikan tindakan disipliner. Langkah ini dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

"Saya juga perintahkan Kepala SPPG ditindak tegas dengan memberikan SP 1 atau rotasi karena sebagai pimpinan tidak mengikuti berita sehingga kejadian serupa terulang," tegasnya lagi.

Daftar 9 SPPG di Gresik yang Disuspend

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menjelaskan bahwa penghentian operasional sementara terhadap sembilan SPPG tersebut mulai berlaku sejak 14 Maret 2026.

Adapun sembilan SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya meliputi:

  1. SPPG Gresik Sidayu Ngawen
  2. SPPG Gresik Sidayu Wadeng
  3. SPPG Gresik Dukun Wonokerto
  4. SPPG Gresik Dukun Lowayu
  5. SPPG Gresik Dukun Sembungan Kidul
  6. SPPG Gresik Dukun Tebuwung
  7. SPPG Gresik Ujungpangkah Glatik
  8. SPPG Gresik Balongpanggang Pucung
  9. SPPG Gresik Sidayu Sidomulyo

Selama masa evaluasi berlangsung, BGN akan meninjau kembali pelaksanaan program di masing-masing SPPG guna memastikan seluruh standar pelayanan, keamanan pangan, serta ketentuan menu telah dipatuhi.

Baca Juga: Prabowo Panggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Bahas Percepatan Transisi Energi dan Diversifikasi Minyak Nasional

BGN Ingatkan Pengelola SPPG di Seluruh Daerah

BGN juga mengingatkan seluruh pengelola SPPG di berbagai wilayah Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis.

Selain mengikuti pedoman menu, pengelola juga diminta memperhatikan aspek keamanan pangan serta sensitivitas terhadap isu yang berkembang di masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga kualitas pelaksanaan Program MBG agar tetap sesuai dengan tujuan utamanya, yakni meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat penerima manfaat secara tepat dan aman.


Berita Terkait


News Update