POSKOTA.CO.ID - Kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) dari Toyota tetap mengandalkan mesin bensin atau Internal Combustion Engine (ICE) sebagai bagian dari sistem penggeraknya.
Mesin tersebut tidak hanya berfungsi membantu performa kendaraan dalam kondisi tertentu seperti saat menanjak, menyalip kendaraan lain, maupun saat melaju stabil di jalan tol, tetapi juga berperan mengisi daya baterai hybrid.
Karena masih menggunakan mesin bensin, mobil hybrid tetap membutuhkan perawatan yang mirip dengan mobil konvensional. Salah satunya adalah menyalakan mesin secara berkala ketika kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, menjelaskan bahwa pemilik mobil hybrid tetap disarankan menyalakan kendaraan secara berkala jika tidak digunakan selama periode tertentu, misalnya saat libur panjang atau mudik Lebaran.
Baca Juga: 5 Persiapan Penting Sebelum Mudik Lebaran agar Perjalanan Selamat
Ia juga mengingatkan agar pemilik kendaraan memeriksa indikator pada panel instrumen untuk memastikan tidak ada peringatan pada sistem kendaraan.
“Pada periode libur atau mudik Lebaran, sebagian AutoFamily mungkin tidak menggunakan mobil hybrid Toyota untuk aktivitas harian. Jika ditinggalkan dalam waktu tertentu, sebaiknya mobil tetap dinyalakan secara berkala dengan mengaktifkan mode READY agar sistem hybrid bekerja dan kondisi aki serta sistem kelistrikan tetap terjaga,” ujarnya.
Cara Memanaskan Mesin Mobil Hybrid
Secara umum, mobil modern sebenarnya tidak memerlukan pemanasan mesin terlalu lama sebelum digunakan.
Namun, jika kendaraan jarang dipakai, menyalakan mesin secara berkala tetap diperlukan untuk menjaga kondisi aki dan sirkulasi oli. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Baca Juga: Catat! Jadwal Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026 Menurut BPJT
Panaskan Mesin Secukupnya
Mobil keluaran terbaru cukup dipanaskan sekitar 1–2 menit sebelum digunakan. Saat mesin menyala, pengemudi juga dapat memeriksa tekanan ban dan indikator pada panel instrumen.
Jika kendaraan ditinggalkan dalam waktu lama, mesin dapat dipanaskan sekitar 10–15 menit setiap tiga hari sekali untuk membantu mengisi daya aki kecil (auxiliary battery) serta menjaga sirkulasi oli dan cairan kendaraan.
Hindari Menginjak Pedal Gas
Saat mesin baru dinyalakan, pengemudi sebaiknya tidak langsung menginjak pedal gas. Hal ini karena oli mesin belum sepenuhnya bersirkulasi ke seluruh komponen.
Jika pedal gas ditekan terlalu cepat, gesekan antar komponen bisa meningkat dan berpotensi mempercepat keausan mesin.
Baca Juga: Mobil Listrik Makin Populer untuk Mudik, BYD Hadirkan Posko dan Dealer Siaga
Pastikan Ventilasi Memadai
Memanaskan kendaraan di area tertutup tanpa ventilasi dapat berbahaya karena gas buang yang dihasilkan mesin mengandung karbon monoksida (CO).
Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, namun dapat menimbulkan keracunan jika terhirup dalam jumlah besar.
Perhatikan Panel Instrumen
Panel indikator pada dashboard berfungsi memberikan informasi kondisi kendaraan saat mesin baru dinyalakan.
Jika muncul indikator peringatan seperti tekanan oli atau sistem rem, pengemudi disarankan segera memeriksa kendaraan di bengkel resmi.
Baca Juga: 3 Aplikasi Maps Online Gratis dan Akurat untuk Pantau Macet Mudik Lebaran 2026
Cara Menyalakan Mesin Hybrid secara Manual
Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Sapta Nugraha, menjelaskan bahwa pada mobil hybrid Toyota, mesin bensin tidak selalu langsung menyala saat tombol start ditekan.
Karena itu, pemilik kendaraan dapat menggunakan Maintenance Mode agar mesin bensin dapat menyala secara manual.
“Pada mobil hybrid Toyota, begitu AutoFamily menekan tombol Start belum tentu mesin bensin langsung menyala karena tergantung kapasitas baterai hybrid. Kalaupun mesin bisa beroperasi, akan segera mati jika kapasitas baterainya sudah penuh,” ujarnya.
Langkah-langkahnya antara lain:
Baca Juga: Manfaatkan WFA Biar Mudik Lancar, Menhub Imbau Atur Jadwal Lebaran 2026
- Posisikan tuas transmisi di P, lalu tekan tombol Start dua kali tanpa menginjak pedal rem.
- Injak pedal gas dua kali penuh.
- Pindahkan tuas transmisi ke N, lalu injak kembali pedal gas dua kali penuh.
- Kembalikan tuas transmisi ke P dan injak lagi pedal gas dua kali penuh.
- Perhatikan indikator pada layar MID hingga muncul tulisan Maintenance Mode.
- Setelah mode aktif, injak pedal rem lalu tekan tombol Start agar mesin bensin menyala terus-menerus.
- Biarkan kendaraan menyala sekitar 15 menit agar aki kecil terisi dan oli mesin bersirkulasi.
- Setelah proses tersebut selesai, mesin dapat dimatikan seperti biasa.
Jika pemilik kendaraan mengalami kesulitan melakukan prosedur tersebut, disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan teknisi di bengkel resmi.
