Jika kendaraan ditinggalkan dalam waktu lama, mesin dapat dipanaskan sekitar 10–15 menit setiap tiga hari sekali untuk membantu mengisi daya aki kecil (auxiliary battery) serta menjaga sirkulasi oli dan cairan kendaraan.
Hindari Menginjak Pedal Gas
Saat mesin baru dinyalakan, pengemudi sebaiknya tidak langsung menginjak pedal gas. Hal ini karena oli mesin belum sepenuhnya bersirkulasi ke seluruh komponen.
Jika pedal gas ditekan terlalu cepat, gesekan antar komponen bisa meningkat dan berpotensi mempercepat keausan mesin.
Baca Juga: Mobil Listrik Makin Populer untuk Mudik, BYD Hadirkan Posko dan Dealer Siaga
Pastikan Ventilasi Memadai
Memanaskan kendaraan di area tertutup tanpa ventilasi dapat berbahaya karena gas buang yang dihasilkan mesin mengandung karbon monoksida (CO).
Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, namun dapat menimbulkan keracunan jika terhirup dalam jumlah besar.
Perhatikan Panel Instrumen
Panel indikator pada dashboard berfungsi memberikan informasi kondisi kendaraan saat mesin baru dinyalakan.
Jika muncul indikator peringatan seperti tekanan oli atau sistem rem, pengemudi disarankan segera memeriksa kendaraan di bengkel resmi.
Baca Juga: 3 Aplikasi Maps Online Gratis dan Akurat untuk Pantau Macet Mudik Lebaran 2026
Cara Menyalakan Mesin Hybrid secara Manual
Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Sapta Nugraha, menjelaskan bahwa pada mobil hybrid Toyota, mesin bensin tidak selalu langsung menyala saat tombol start ditekan.
Karena itu, pemilik kendaraan dapat menggunakan Maintenance Mode agar mesin bensin dapat menyala secara manual.
“Pada mobil hybrid Toyota, begitu AutoFamily menekan tombol Start belum tentu mesin bensin langsung menyala karena tergantung kapasitas baterai hybrid. Kalaupun mesin bisa beroperasi, akan segera mati jika kapasitas baterainya sudah penuh,” ujarnya.
