Rupiah Sentuh Rp16.800 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Sebut Masih Terkendali

Rabu 11 Mar 2026, 06:45 WIB
Menkeu Purbaya menegaskan rupiah di kisaran Rp16.800 per dolar AS masih terkendali. (Sumber: Dok/Kementrian Keuangan)

Menkeu Purbaya menegaskan rupiah di kisaran Rp16.800 per dolar AS masih terkendali. (Sumber: Dok/Kementrian Keuangan)

"Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi kerja sama yang enak antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa komunikasi yang solid antara otoritas fiskal dan moneter membuat upaya mengantisipasi dampak gejolak global menjadi lebih efektif. "Kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia," tambahnya.

Pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa 10 Maret, rupiah tercatat mengalami penguatan. Nilai tukar rupiah naik sebesar 86 poin atau sekitar 0,51 persen menjadi Rp16.863 per dolar AS dari posisi sebelumnya di Rp16.949 per dolar AS. Penguatan tersebut menunjukkan bahwa rupiah masih mampu bertahan di tengah tekanan global yang terus berubah.

Baca Juga: Menko Perekonomian Optimistis BINA Lebaran 2026 Perkuat Daya Beli dan Ekonomi Nasional

Faktor Global Ikut Dorong Penguatan Rupiah

Selain faktor domestik, sentimen global juga turut memengaruhi pergerakan rupiah. Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyebut salah satu pemicu penguatan rupiah berasal dari pernyataan Presiden Amerika Serikat.

Ia menjelaskan bahwa pernyataan Donald Trump yang menyebut konflik dengan Iran semakin mendekati penyelesaian memberikan sentimen positif bagi pasar global, termasuk pasar mata uang.

Sentimen tersebut membuat tekanan terhadap dolar AS sedikit mereda dan memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat di pasar perdagangan.


Berita Terkait


News Update