Harga BBM Subsidi Tak Berubah Meski Minyak Dunia Naik, Apa Alasannya?

Selasa 10 Mar 2026, 13:59 WIB
Petugas mengisi bahan bakar kendaraan di SPBU. Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap stabil meskipun harga minyak dunia melonjak akibat konflik geopolitik global. (Sumber: Pinterest/Yandy Koresy)

Petugas mengisi bahan bakar kendaraan di SPBU. Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap stabil meskipun harga minyak dunia melonjak akibat konflik geopolitik global. (Sumber: Pinterest/Yandy Koresy)

POSKOTA.CO.ID - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan meskipun harga minyak dunia melonjak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Kepastian ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, di Jakarta, Senin.

Menurut Dwi, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat, khususnya menjelang momentum Idulfitri 1447 Hijriah.

“Sebagaimana juga sudah disampaikan oleh Menteri ESDM atas arahan Presiden, bahwa harga BBM subsidi dipastikan tidak akan naik,” kata Dwi Anggia dalam keterangannya yang dikutip Selasa, 10 Maret 2026.

Keputusan ini diambil meskipun harga minyak mentah global tengah mengalami kenaikan signifikan akibat dinamika geopolitik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Tukar Uang Baru Lebaran 2026 di PINTAR BI Sampai Kapan? Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

Lonjakan Harga Minyak Dunia Dampak Konflik Geopolitik

Kenaikan harga minyak dunia menjadi perhatian pemerintah setelah konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran pasar energi global. Situasi tersebut membuat harga minyak mentah meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan laporan kantor berita Kyodo, harga minyak mentah berjangka sempat melampaui 111 dolar AS per barel, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2022. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berada di kisaran 70 dolar AS per barel.

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi fiskal masih cukup kuat untuk menahan dampak kenaikan harga minyak global terhadap harga BBM di dalam negeri.

Dwi menegaskan pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasokan energi nasional agar tetap terjaga.

“Stok BBM nasional berada di atas standar minimum, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan panic buying,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena ketersediaan pasokan masih aman.

Pemerintah Pastikan APBN Masih Mampu Menahan Dampak


Berita Terkait


News Update