Rupiah Sentuh Rp16.800 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Sebut Masih Terkendali

Rabu 11 Mar 2026, 06:45 WIB
Menkeu Purbaya menegaskan rupiah di kisaran Rp16.800 per dolar AS masih terkendali. (Sumber: Dok/Kementrian Keuangan)

Menkeu Purbaya menegaskan rupiah di kisaran Rp16.800 per dolar AS masih terkendali. (Sumber: Dok/Kementrian Keuangan)

POSKOTA.CO.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah bergerak di kisaran Rp16.800 per dolar AS. Kondisi ini terjadi di tengah dinamika pasar global yang masih berfluktuasi akibat berbagai faktor ekonomi dan geopolitik.

Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa pergerakan rupiah masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan.

Stabilitas tersebut dinilai tidak lepas dari koordinasi yang kuat antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) serta kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa selama fondasi ekonomi nasional tetap kuat, pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.

Baca Juga: The Ultimate10K Series Powered by bank bjb: Menghubungkan Empat Kota, Menggerakkan Ekonomi, dan Menghidupkan Sport Tourism Nasional

Rupiah di Level Rp16.800 Masih Terkendali

Menurut Purbaya, posisi rupiah yang berada di kisaran Rp16.800 per dolar AS belum menjadi alasan untuk khawatir berlebihan. Ia menyebut kondisi tersebut masih berada dalam kontrol pemerintah selama fundamental ekonomi tetap terjaga.

"Enggak ah, masih Rp 16.800-an. Selama fondasi ekonomi kita bagus, mengendalikan rupiah lebih gampang dibanding kalau ekonomi lagi berantakan," katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 10 Maret 2026.

Ia menilai kekuatan ekonomi domestik menjadi faktor penting yang membuat pemerintah lebih mudah meredam tekanan terhadap mata uang nasional.

Baca Juga: Harga BBM Subsidi Tak Berubah Meski Minyak Dunia Naik, Apa Alasannya?

Koordinasi Pemerintah dan Bank Indonesia Jadi Kunci

Purbaya juga menekankan bahwa stabilitas rupiah tidak hanya bergantung pada satu lembaga saja. Kerja sama erat antara pemerintah dan Bank Indonesia dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga kestabilan nilai tukar.

Menurutnya, koordinasi tersebut mencakup pemantauan kondisi ekonomi, kecukupan likuiditas di sistem keuangan, hingga langkah-langkah kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral.


Berita Terkait


News Update