Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik Terjadi Pada 16 dan 18 Maret

Rabu 11 Mar 2026, 14:41 WIB
Ilustrasi mudik Lebaran 2026. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Ilustrasi mudik Lebaran 2026. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak kepadatan arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada Senin, 16 Maret 2026 dan Rabu, 18 Maret 2026. Pada dua tanggal tersebut, mobilitas masyarakat diperkirakan mencapai puluhan juta orang di seluruh Indonesia.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, berdasarkan hasil simulasi Kemenhub, pergerakan masyarakat secara nasional pada 16 Maret diperkirakan mencapai 21,2 juta orang.

Sementara itu, pada 18 Maret jumlahnya diprediksi meningkat menjadi sekitar 22 juta orang.

“Diperkirakan pada tanggal 16 Maret pergerakan masyarakat secara nasional akan mencapai sekitar 21,2 juta orang, dan pada 18 Maret bisa mencapai 22 juta orang,” ujar Dudy kepada awak media, Rabu, 11 Maret 2026.

Baca Juga: Dishub Bogor Periksa Bus Jelang Mudik Lebaran 2026, Sopir dan Kernet Lakukan Tes Kesehatan

Kebijakan Work From Anywhere Diharapkan Kurangi Kepadatan

Untuk mengurangi potensi kepadatan saat puncak arus mudik, pemerintah mengusulkan penerapan Work From Anywhere (WFA) bagi masyarakat, terutama pekerja yang memungkinkan menjalankan tugas secara fleksibel.

Menurut Dudy, kebijakan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat sehingga tidak terpusat pada hari tertentu.

Dengan skema WFA, Kemenhub memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat pada 16 Maret dapat turun menjadi sekitar 18 juta hingga 18,9 juta orang. Sementara itu, pada 18 Maret diperkirakan menurun menjadi sekitar 15,6 juta orang.

“Dengan penerapan Work From Anywhere ini diharapkan terjadi penurunan karena pergerakan masyarakat menjadi lebih terdistribusi,” jelasnya.

Baca Juga: Tanggal Berapa Sebaiknya Mudik Lebaran 2026? Ini Waktu Terbaik Agar Terhindar dari Macet

Pergerakan Pemudik Mulai Meningkat Sejak 13 Maret

Kemenhub juga memprediksi pergerakan masyarakat akan mulai meningkat sejak Jumat, 13 Maret 2026.


Berita Terkait


News Update