Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Menkeu Purbaya Siapkan Skenario Kenaikan BBM Subsidi

Senin 09 Mar 2026, 13:26 WIB
Lonjakan harga minyak dunia memicu kekhawatiran terhadap defisit APBN. Menkeu Purbaya menyebut pemerintah bisa menaikkan BBM subsidi jika beban fiskal semakin berat. (Sumber: Instagram/@menkeuri)

Lonjakan harga minyak dunia memicu kekhawatiran terhadap defisit APBN. Menkeu Purbaya menyebut pemerintah bisa menaikkan BBM subsidi jika beban fiskal semakin berat. (Sumber: Instagram/@menkeuri)

“Kita sudah exercise masing-masing harga minyak sampai berapa dolar dan bagaimana kondisi APBN kita. Kalau tidak melakukan apa-apa, defisitnya bisa naik ke sekitar 3,7 persen dari PDB,” ucap Purbaya.

Menurutnya, jika harga minyak dunia terus meningkat, dampaknya akan langsung terasa pada harga BBM di dalam negeri. Produk seperti Pertalite dan Solar berpotensi mengalami kenaikan.

"Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali, tidak ada jalan lain. Ya kita share dengan masyarakat Sebagian," ucap Purbaya.

Pemerintah pun dihadapkan pada pilihan sulit. Jika tidak melakukan penyesuaian, beban subsidi energi akan semakin besar dan berisiko mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Pajak THR Berlaku Adil, Ini Penjelasan untuk Karyawan Swasta dan ASN

Dampak terhadap Inflasi dan Daya Beli

Kenaikan harga BBM subsidi tidak hanya berdampak pada sektor energi. Efek lanjutan yang paling terasa adalah peningkatan biaya transportasi dan logistik.

Jika kondisi tersebut terjadi, harga barang dan jasa berpotensi ikut naik. Situasi ini dapat menekan daya beli masyarakat serta memicu kenaikan inflasi di dalam negeri.

Karena itu, pemerintah mulai mewaspadai dampak lonjakan harga minyak terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dengan kondisi harga minyak dunia yang terus meningkat, pemerintah kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga.


Berita Terkait


News Update