Trump menuntut "penyerahan tanpa syarat" dari Teheran, sambil menegaskan operasi bisa berlangsung berminggu-minggu atau lebih lama.
Netanyahu: Perang sebagai Jalan Penebusan dan Kelangsungan Politik
Di Tel Aviv, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan Israel akan terus menyerang "dengan segala kekuatan" hingga mencapai "kebebasan langit" atas Iran. Ia menjanjikan "banyak kejutan" di fase selanjutnya konflik ini.
Bagi Netanyahu, perang melawan Iran menjadi penebusan atas kegagalan intelijen terkait serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Dengan pemilu Israel yang mengintai, kemenangan telak atas ancaman Iran dipandang sebagai tiket politik untuk mempertahankan kekuasaan.
Tujuannya jelas: melumpuhkan kemampuan Iran membangun milisi proksi yang mengancam perbatasan Israel.
Baca Juga: Profil Mojtaba Khamenei: Putra Ali Khamenei yang Digadang Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Ketangguhan Iran: Mengapa Rezim Sulit Diruntuhkan?
Meski Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan awal AS-Israel pada 28 Februari 2026, Iran bukan rezim yang bergantung pada satu figur saja.
Sistem Republik Islam dibangun atas jaringan institusi kuat yang saling terkait.
- IRGC (Korps Garda Revolusi Islam): Dengan sekitar 190.000 personel aktif, kelompok ini menguasai ideologi, ekonomi, dan operasi militer rahasia.
- Basij: Pasukan paramiliter sukarelawan hingga 450.000 orang, dikenal sangat loyal dan efektif menekan protes dalam negeri.
- Doktrin Syahid: Kematian pemimpin justru dimaknai sebagai martir yang memotivasi perlawanan, bukan tanda kekalahan.
Iran kini telah menunjuk Mojtaba Khamenei, putra almarhum, sebagai Pemimpin Tertinggi baru. Langkah ini menandakan rezim berupaya menjaga kontinuitas dan menolak runtuh di bawah tekanan militer.
Baca Juga: Konflik Iran vs AS-Israel Memanas, 7 Negara Tutup Wilayah Udara dan Ribuan Penerbangan Batal
Risiko Terburuk: Bayang-Bayang Negara Gagal Raksasa
Dunia patut waspada. Iran memiliki populasi lebih dari 90 juta jiwa tiga kali lipat Irak.
Jika rezim runtuh tanpa transisi yang teratur, kawasan berpotensi terjebak dalam perang saudara panjang seperti di Suriah, dengan korban jiwa ratusan ribu dan gelombang pengungsi massal.
