Apa Keutamaan Itikaf di Akhir Bulan Ramadhan? Simak Niat dan Panduannya

Senin 09 Mar 2026, 12:50 WIB
Sejumlah umat muslim melakukan salat sunah dan membaca Al-Qur'an saat melaksanakan Itikaf Ramadhan pada malam Lailatul Qadar di Masjid Al-Falah, Bassura City, Jakarta Timur, Senin, 24 Maret 2025, malam. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Sejumlah umat muslim melakukan salat sunah dan membaca Al-Qur'an saat melaksanakan Itikaf Ramadhan pada malam Lailatul Qadar di Masjid Al-Falah, Bassura City, Jakarta Timur, Senin, 24 Maret 2025, malam. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Dari Ubay bin Ka'ab r.a. berkata, “Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. beritikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Pernah selama satu tahun beliau tidak beritikaf, lalu pada tahun berikutnya beliau beritikaf selama dua puluh hari”. (Hadis Hasan, riwayat Abu Dawud: 2107, Ibn Majah: 1760, dan Ahmad: 20317).

Baca Juga: 5 Masjid di Jakarta yang Buka Itikaf 10 Malam Terakhir Ramadan, Fasilitasnya Lengkap

Panduan dan Syarat Itikaf

Menurut Ulama Nusantara, Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitabnya Nihayatuz Zain menjelaskan panduan mengenai tata cara itikaf.

Dalam kitab tersebut disebutkan beberapa rukun atau hal yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan itikaf.

1. Baca Bacaan Niat itikaf

Bisa berupa itikaf sunnah maupun itikaf nazar. Jika seseorang bernazar untuk melakukan itikaf, maka ia wajib menunaikan nazarnya dengan niat khusus untuk menunaikan nazar tersebut.  

2. Berdiam Diri di Masjid

Sekurang-kurangnya selama tumaninah shalat. Itikaf dapat dilakukan pada siang hari maupun malam hari.  

3. Berakal dan Suci

Orang yang melaksanakan itikaf. Orang yang beritikaf harus memenuhi beberapa syarat, yaitu beragama Islam, berakal, serta suci dari hadats besar.

Baca Juga: 5 Persiapan Penting Saat Itikaf Agar Ibadah Lebih Nyaman dan Khusyuk

Niat Ibadah Itikaf

Syekh Nawawi Al-Bantani juga menjelaskan bahwa itikaf terbagi menjadi tiga macam, yaitu itikaf mutlak, itikaf yang terikat waktu tanpa terus-menerus, serta itikaf yang terikat waktu dan dilakukan secara terus-menerus.  

Niat itikaf mutlak dibaca sebagai berikut:  

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى  

“Aku berniat itikaf di masjid ini karena Allah.”  


Berita Terkait


News Update