Apa Keutamaan Itikaf di Akhir Bulan Ramadhan? Simak Niat dan Panduannya

Senin 09 Mar 2026, 12:50 WIB
Sejumlah umat muslim melakukan salat sunah dan membaca Al-Qur'an saat melaksanakan Itikaf Ramadhan pada malam Lailatul Qadar di Masjid Al-Falah, Bassura City, Jakarta Timur, Senin, 24 Maret 2025, malam. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Sejumlah umat muslim melakukan salat sunah dan membaca Al-Qur'an saat melaksanakan Itikaf Ramadhan pada malam Lailatul Qadar di Masjid Al-Falah, Bassura City, Jakarta Timur, Senin, 24 Maret 2025, malam. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Sementara niat itikaf yang terikat waktu, misalnya selama satu hari, satu malam, atau satu bulan, dapat dibaca:  

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَوْمًا/لَيْلًا كَامِلًا/شَهْرًا لِلهِ تَعَالَى  

“Aku berniat itikaf di masjid ini selama satu hari/satu malam penuh/satu bulan karena Allah.”  

Untuk itikaf yang dilakukan secara terus-menerus selama satu bulan, niatnya adalah:  

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا  

“Aku berniat itikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut karena Allah.”  

Sedangkan itikaf yang dilakukan karena nazar menggunakan niat berikut:  

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى  

“Aku berniat itikaf di masjid ini fardhu karena Allah.” Atau dengan niat:  

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فَرْضًا للهِ تَعَالَى

“Aku berniat itikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut fardhu karena Allah.”

Dalam itikaf mutlak, jika seseorang keluar dari masjid tanpa maksud kembali lalu kembali lagi, maka ia harus memperbarui niat karena itikaf tersebut dianggap sebagai itikaf baru.


Berita Terkait


News Update