2 Pelaku Usaha Daging Anjing di Kupang Tutup Usaha, Dukung Upaya Akhiri Perdagangan dan Cegah Rabies

Senin 09 Mar 2026, 07:35 WIB
Ilustrasi pemeriksaan seekor anjing. (Sumber: Dok. Istimewa)

Ilustrasi pemeriksaan seekor anjing. (Sumber: Dok. Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Upaya menghentikan perdagangan daging anjing sekaligus menekan penyebaran rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatatkan kemajuan penting. Dua pelaku usaha daging anjing di Kota Kupang, yakni pemilik rumah potong dan pemilik rumah makan resmi menutup usahanya setelah lebih dari empat dekade berjalan.

Penutupan usaha itu merupakan bagian dari program “Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan”, sebuah inisiatif kolaboratif antara Humane World for Animals (HWA), Jakarta Animal Aid Network (JAAN Domestic), dan Pemerintah Provinsi NTT.

Program tersebut memberikan pendampingan usaha, pelatihan, serta edukasi perubahan perilaku bagi pelaku usaha yang ingin meninggalkan praktik perdagangan daging anjing dan beralih ke usaha yang lebih etis serta berkelanjutan.

Dalam proses penutupan usaha tersebut, tim HWA dan JAAN juga berhasil menyelamatkan 10 ekor anjing yang masih hidup di lokasi rumah potong.

Ancaman Rabies

NTT dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat perdagangan daging anjing tertinggi di Indonesia. Setiap tahun ribuan anjing dilaporkan dicuri dari jalanan maupun rumah warga, lalu diperdagangkan lintas daerah tanpa pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga: Polri Kerahkan Anjing Pelacak K9 Bantu Pencarian Korban Longsor Bandung Barat

Melalui program Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan, berbagai pihak berupaya mendukung target pemerintah menjadikan NTT bebas rabies pada 2030 sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesejahteraan hewan.

Direktur Kampanye Ending Dog and Cat Meat HWA, Julie Sanders mengatakan setiap usaha perdagangan daging anjing atau kucing yang berhenti beroperasi menjadi langkah nyata dalam melindungi hewan sekaligus menjaga kesehatan masyarakat.

“Perdagangan anjing tanpa vaksinasi menimbulkan risiko besar bagi keselamatan manusia dan hewan,” kata Julie.

Pelaku Usaha Beralih Profesi

Salah seorang mantan pelaku usaha, B, yang sebelumnya menjalankan rumah potong anjing selama 15 tahun, kini beralih membuka warung kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Anjing Husky Serang Kucing di Bandung Hingga Mati, Pemilik Nangis Histeris


Berita Terkait


News Update