TANGERANG SELATAN, POSKOTA.CO.ID - Dalam rangka memperingati 40 Tahun Hari Kelahiran Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI), menyelenggarakan giat lingkungan berupa Penuangan Ecoenzyme Terbanyak di Sungai yang berhasil dicatat sebagai Rekor oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Sungai Jeletreng yang merupakan bagian dari aliran menuju Sungai Cisadane.
Acara ini dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup, jajaran pemerintah pusat dan daerah, pimpinan majelis keagamaan Buddhis, organisasi kepemudaan, serta para aktivis lingkungan. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat kesadaran publik terhadap krisis ekologis.
Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan simbolik, tetapi juga bentuk komitmen nyata generasi muda Buddhis Indonesia terhadap isu lingkungan hidup Melalui penuangan ribuan liter ecoenzyme ke sungai.
Baca Juga: Viral Pemdes Jampang Bogor Sebar Proposal Minta THR ke Pengusaha, Kades Beri Klarifikasi
GEMABUDHI ingin menunjukkan kontribusi konkret dalam menanggapi masalah dan upaya revitalisasi ekosistem sungai yang terdampak pencemaran khususnya akibat limbah industri kimia dan pestisida yang mencemari aliran Sungai Jeletreng hingga ke Sungai Cisadane yang dampak ya sampai ke Muara Angke,Jakarta.
Ketua Umum GEMABUDHI menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari nilai kebajikan Buddhis yang menekankan harmoni antara manusia dan alam Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi saksi atas kerusakan lingkungan, tetapi juga menjadi pelopor perubahan melalui aksi nyata, konsisten, dan berkelanjutan.

Melalui pencapaian Rekor MURI ini, GEMABUDHI berharap dapat menginspirasi masyarakat luas untuk semakin peduli terhadap kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan.
Gerakan ecoenzyme ini juga diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai inisiatif lingkungan yang melibatkan masyarakat, komunitas, dan pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem bagi generasi mendatang.
Baca Juga: Ruas Jalan Berlubang Tepat di Depan Pasar Palmerah Dikeluhkan Warga
“Kami turut senang dapat berkontribusi dan berkolaborasi dalam memerangi pencemaran lingkungan melalui penyediaan Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri di Flavor Bliss Alam Sutera melalui program CSR Alam Sutera Peduli,”
“Giat produksi Eco Enzyme secara mandiri ini merupakan salah satu program serta komitmen Alam Sutera untuk terus menghadirkan kawasan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Dengan aksi nyata penuangan Ecoenzyme bersama Gemabudhi di kawasan sungai Jeletreng Cisadane, diharapkan dapat merevitalisasi ekosistem sungai yang sempat tercemar, serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang masih memanfaatkan aliran Sungai Cisadane untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk.
Harmoni dalam Keberagaman, Tumbuh dalam Kebajikan. Semangat 40 tahun GEMABUDHI menjadi pengingat bahwa kebajikan tidak hanya diwujudkan dalam kata, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga bumi sebagai rumah bersama.
