BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Intai Pemudik Libur Lebaran

Kamis 05 Mar 2026, 11:03 WIB
Ilustrasi cuaca buruk. (Poskota/Ahmad Tri Hawaari)

Ilustrasi cuaca buruk. (Poskota/Ahmad Tri Hawaari)

BMKG memantau Bibit Siklon 90S di Samudra Hindia barat daya Lampung yang berpotensi memengaruhi cuaca di selatan Indonesia.

“Sejumlah dinamika atmosfer masih aktif memengaruhi cuaca pada periode pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun ini,” ungkap dia.

Di sektor penerbangan, BMKG mengingatkan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) yang dapat memicu turbulensi, kilat atau petir, hujan lebat, badai guntur, wind gust, hingga wind shear di area bandara dan jalur penerbangan.

Baca Juga: Sambut Mudik Ramadhan, BAZNAS RI Berikan Layanan Servis dan Ganti Oli Gratis bagi 5.000 Motor

Sementara di sektor kelautan, gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Aceh hingga barat Lampung, perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur, serta perairan utara Maluku hingga Papua.

“Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus selama Maret perlu diwaspadai karena dapat memicu turbulensi dan cuaca signifikan di jalur penerbangan maupun area bandara,” kata Faisal.

Selanjutnya, kata Faisal, BMKG juga memperingatkan potensi banjir pesisir (rob) akibat kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret 2026 dan fase Perigee pada 22 Maret 2026.

Hal itu dapat meningkatkan pasang air laut di sejumlah wilayah pesisir. Sehingga pihaknya bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

"Sebagai langkah mitigasi, BMKG bersama BNPB melaksanakan OMC secara situasional, termasuk rencana pelaksanaan pada 17-18 Maret 2026 untuk mengamankan jalur mudik di pelabuhan Merak-Bakauheni dan Gilimanuk-Ketapang," ujarnya. (man)


Berita Terkait


News Update