Viral Guru Diolok Murid di Purwakarta, Bu Atun Tegas Tak Akan Melapor

Selasa 21 Apr 2026, 15:55 WIB
Guru PPKn di Purwakarta, Bu Atun, memaafkan murid yang mengacungkan jari tengah. Ia menegaskan pendidikan harus mengedepankan akhlak dan pembinaan, bukan hukuman. (Sumber: X/@Heraloebss)

Guru PPKn di Purwakarta, Bu Atun, memaafkan murid yang mengacungkan jari tengah. Ia menegaskan pendidikan harus mengedepankan akhlak dan pembinaan, bukan hukuman. (Sumber: X/@Heraloebss)

POSKOTA.CO.ID - Kasus viral yang melibatkan seorang guru di Purwakarta akhirnya mendapat titik terang. Bu Atun, guru PPKn di salah satu SMA negeri, memilih jalan damai setelah dirinya menjadi bahan olok-olok murid di dalam kelas.

Peristiwa tersebut sempat menyita perhatian publik karena sikap tidak sopan sejumlah siswa yang mengacungkan jari tengah kepada gurunya. Namun, alih-alih memperpanjang masalah, Bu Atun justru mengambil langkah bijak dengan membuka pintu maaf.

Bu Atun menegaskan bahwa dirinya tidak ingin membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia lebih memilih untuk membina murid-muridnya agar menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

Menurutnya, peran guru tidak hanya sebatas memberikan sanksi, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak siswa. Ia mengungkapkan bahwa para murid yang terlibat telah menyadari kesalahan dan meminta maaf secara langsung.

“Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya. Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak,” kata Bu Atun dikutip Selasa 21 April 2026.

Baca Juga: Jadwal Pemadaman Listrik Yogyakarta dan Sekitarnya Hari Ini 21 April 2026, Cek Daerah Terdampak di Sini

Tegas Tidak Akan Melapor

Dengan penuh keyakinan, Bu Atun memastikan tidak akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang. Baginya, proses pendidikan harus mengedepankan pembinaan, bukan sekadar hukuman.

“Saya tidak akan pernah melapor. Mindset saya adalah ingin mengubah anak didik menjadi orang yang berakhlak tinggi dan selamat dunia akhirat. Yang salah tidak selamanya salah, yang nakal tidak selamanya nakal. Perubahan itu butuh proses,” terangnya.

Insiden yang terjadi di ruang kelas IPS pada Kamis 16 April 2026, itu berlangsung setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Bu Atun mengaku tidak menyangka momen tersebut direkam hingga akhirnya viral di media sosial.

Baca Juga: Tawuran Remaja di Purwakarta Berawal dari Medsos, 1 Korban Terluka, 2 Pelaku Ditangkap

Sorotan Gubernur Jawa Barat

Kasus ini juga menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menilai bahwa pendekatan pembinaan lebih efektif dibandingkan hukuman keras seperti skorsing.


Berita Terkait


News Update