Selain BBM, kebutuhan LPG, avtur, dan minyak tanah juga diprediksi mengalami kenaikan.
"Dengan adanya proyeksi tersebut, Pertamina telah menyiagakan seluruh infrastruktur energi mulai dari sektor hulu yang terus siaga, kilang yang beroperasi penuh hingga sektor hilir yang siaga 24 jam," ucapnya.
Di sektor hulu, lewat PT Pertamina Hulu Energi, produksi energi terus dijaga. Pada periode Januari–Maret 2026, lifting minyak tercatat mencapai 386 ribu barel per hari.
Dukungan distribusi juga diperkuat oleh PT Pertamina International Shipping yang menyiapkan 415 kapal tugboat untuk mengawal operasional tanker selama masa Satgas.
Pada sisi hilir, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan:
- 7.885 SPBU
- 6.777 Pertashop
- 6.662 Agen LPG
- 223 Agen Minyak Tanah
Baron menambahkan, Pertamina juga menempatkan layanan tambahan di jalur tol, wisata, dan lintas utama yang diprediksi padat pemudik.
Layanan Pendukung untuk Pemudik
Sejumlah fasilitas tambahan turut disiapkan, antara lain:
- 2.074 SPBU Siaga 24 jam
- 6.300 Agen LPG Siaga
- 96 unit BBM Modular
- 64 Kiosk Pertamina Siaga
- 200 unit motorist BBM
- 200 mobil tangki siaga
Selain itu, Pertamina memperluas Serambi MyPertamina menjadi 41 titik pada 2026, meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Fasilitas di lokasi ini meliputi kursi pijat, barbershop, layanan kesehatan, hingga penukaran uang.
Dukungan Anak Usaha Pertamina
Kesiapan Satgas juga melibatkan sejumlah anak usaha. Di sektor kesehatan, Pertamina Bina Medika IHC menyiapkan 38 rumah sakit dan 68 klinik.
Sementara di sektor penerbangan, Pelita Air Service mengoperasikan 15 armada Airbus A320 pada 17 rute domestik dan internasional selama periode Satgas.
