Iran Resmi Nyatakan: Serangan Balasan Hanya Sasar Aset Militer AS dan Israel

Rabu 04 Mar 2026, 16:56 WIB
Iran resmi nyatakan serangan balasan hanya sasar aset militer AS dan Israel. (Sumber: Pinterest/DEVIANARTS)

Iran resmi nyatakan serangan balasan hanya sasar aset militer AS dan Israel. (Sumber: Pinterest/DEVIANARTS)

POSKOTA.CO.ID - Di tengah eskalasi konflik yang memasuki hari keenam, pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa operasi balasan militernya secara eksklusif ditujukan kepada aset-aset militer Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.

Pernyataan ini dikeluarkan untuk menepis tuduhan bahwa Iran berniat memperluas konflik ke negara-negara tetangga atau sipil.

Markas Besar Khatam al-Anbiya, pusat komando tempur terpadu Angkatan Bersenjata Iran, dalam pernyataan resmi pada Selasa, 3 Maret 2026. menyebut "rezim Zionis yang runtuh" dan "Amerika Serikat yang kriminal" tidak memiliki pilihan selain mengakui kekalahan dalam perang yang mereka paksakan terhadap Iran.

Pernyataan itu juga memperingatkan bahwa AS dan Israel, dalam upaya putus asa keluar dari kebuntuan, berpotensi menargetkan pusat diplomatik serta kepentingan negara-negara Muslim di kawasan, kemudian menyalahkan Iran sebagai biang kerok kerusuhan.

Baca Juga: Perang Iran-Israel Meletus Ancam Selat Hormuz, Harga Minyak Globak Melonjak

"Setiap upaya semacam itu bertujuan menciptakan kekacauan regional sekaligus menghindari kekalahan telak," demikian bunyi pernyataan dari markas komando yang berada di bawah Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran.

Iran menegaskan tidak memiliki permusuhan dengan negara tetangga maupun negara-negara Muslim lainnya.

Teheran tetap berkomitmen menjaga keamanan kawasan dan melindungi kepentingan umat Islam secara keseluruhan.

Gelombang Serangan Balasan Lumpuhkan Pangkalan AS di Asia Barat

Ilustrasi. serangan balasan lumpuhkan pangkalan AS di Asia Barat (Sumber: Youtube/@Moquete dan Geopolítica Pura)

Serangan balasan Iran telah berhasil melumpuhkan salah satu pangkalan udara utama AS di Bahrain, termasuk menghancurkan pusat komando penting.

Pasukan Iran terus melancarkan respons tegas terhadap agresi bersama AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa operasi ini merupakan pembelaan diri yang sah berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.


Berita Terkait


News Update