"Iran tidak ingin meningkatkan ketegangan di kawasan, namun akan merespons secara proporsional dan tegas setiap ancaman terhadap kedaulatan serta keamanan nasionalnya," tegas Araghchi.
Baca Juga: Serangan Gabungan AS-Israel ke Iran, Ini Fakta Lengkap yang Perlu Diketahui
Agresi awal dari Washington dan Tel Aviv telah menewaskan sedikitnya 787 warga Iran dalam serangan udara yang dikategorikan sebagai aksi teror.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan cepat menggunakan rudal balistik dan drone ke wilayah pendudukan Israel serta pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.
Araghchi menekankan bahwa langkah ini bagian dari hak Iran melindungi rakyatnya dan menjaga stabilitas regional, sekaligus mengingatkan dunia bahwa agresi terhadap negara Muslim akan selalu mendapat respons yang setimpal.
Awal Serangan AS-Israel ke Iran
Konflik meletus ketika AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran pada 28 Februari 2026. Dalam 12 jam pertama, AS mengerahkan sekitar 900 rudal dari laut dan udara, sementara Israel mengerahkan 200 jet tempur untuk menjatuhkan hingga 1.200 rudal dan bom ke berbagai target di Iran.
Salah satu target utama adalah kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran.
Menurut laporan media Barat seperti The Wall Street Journal dan The Jerusalem Post, Israel memperoleh intelijen mengenai rapat penting di lokasi tersebut, sehingga 30 bom dijatuhkan langsung ke area tersebut sebagai bagian dari serangan total.
Iran Balas Cepat dengan Rudal dan Drone
Hanya 90 menit setelah serangan dimulai, Iran membalas dengan hampir 400 rudal dan 200 drone yang diarahkan ke Israel serta pangkalan AS di kawasan. Sekitar 150 rudal lainnya dipertahankan untuk pertahanan wilayah Iran sendiri.
Hingga Selasa, 3 Maret 2026, gelombang serangan bolak-balik masih berlangsung. Selain Israel, rudal dan drone Iran menyasar pangkalan AS di berbagai negara Teluk, termasuk fasilitas di bandara dan pelabuhan sipil.
Iran juga menargetkan hotel serta lokasi penampungan personel AS setelah mereka dievakuasi dari pangkalan di Bahrain hingga Yordania.
